Gangguan perjalanan kereta terjadi di Italia utara setelah rangkaian aksi vandalisme merusak fasilitas rel di sekitar Bologna. Insiden ini memicu keterlambatan dan perubahan perjalanan yang berdampak pada banyak penumpang, tepat ketika Olimpiade Musim Dingin Milan–Cortina sedang berlangsung.
Media setempat melaporkan kepolisian Italia menyelidiki setidaknya tiga kejadian perusakan yang terjadi di jaringan kereta dekat Bologna. Aparat tidak menutup kemungkinan adanya kaitan dengan periode Olimpiade, meskipun belum ada kesimpulan resmi yang diumumkan. Seorang juru bicara kepolisian mengonfirmasi adanya kebakaran pada sebuah sakelar di jalur Bologna–Venesia yang diduga kuat bukan kejadian teknis biasa, melainkan tindakan pembongkaran atau perusakan yang disengaja.
Olimpiade Musim Dingin sendiri dibuka pada malam 6 Februari di Milan dan penyelenggaraan berlangsung di sejumlah kota serta wilayah pegunungan Italia utara. Dalam konteks itu, gangguan di jalur kereta yang menjadi nadi mobilitas harian dan pergerakan wisatawan dianggap sangat sensitif, terutama jika mempengaruhi konektivitas ke lokasi-lokasi yang ramai dikunjungi.
Menteri Transportasi Italia Matteo Salvini menyatakan keprihatinannya atas perusakan yang ia sebut serius, serta menegaskan pemerintah memantau situasi secara ketat. Ia juga menyinggung kasus sabotase jaringan kereta berkecepatan tinggi di Prancis yang terjadi beberapa jam sebelum pembukaan Olimpiade pada Juli 2024. Ketika ditanya apakah ia memiliki informasi spesifik yang menghubungkan perusakan rel di Italia dengan Olimpiade Milan–Cortina, Salvini menyebut ada kemiripan pola tindakan dengan insiden di Prancis, sambil menekankan bahwa penanganan dan pembuktian berada di tangan aparat penegak hukum.
Dari pihak operator, juru bicara perusahaan kereta negara Ferrovie dello Stato tidak memberikan komentar detail mengenai penyelidikan. Namun, mereka menegaskan keterlambatan tidak disebabkan oleh kegagalan teknis, serta menyatakan jaringan kereta tidak sampai “lumpuh total”. Di sisi lain, penyelidikan tetap berjalan untuk memastikan sumber gangguan, termasuk kemungkinan unsur sabotase terencana dan titik-titik kerentanan yang perlu diperkuat selama periode acara besar.
Peristiwa ini kembali menyorot pentingnya keamanan infrastruktur transportasi ketika negara menjadi tuan rumah event internasional. Selain dampak langsung pada ribuan penumpang, gangguan di jalur rel juga memunculkan kekhawatiran tentang potensi eskalasi insiden serupa, terutama bila motifnya terkait momentum Olimpiade dan sorotan dunia.






