Sungai Cijurai di Kabupaten Kuningan dilaporkan meluap dan merendam permukiman warga setelah hujan deras berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Rabu malam (11/2/2026). Akibat kejadian itu, tidak kurang dari 110 rumah warga di empat dusun Desa Andamui, Kecamatan Ciwaru, terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara sekitar 30 cm hingga satu meter.
Pusdalops PB BPBD Kuningan menyebut banjir berdampak pada Dusun Kliwon, Pahing, Puhun, dan Wage. Sejumlah rumah mengalami kerusakan, termasuk kategori rusak ringan dan rusak sedang, serta ada warga yang terpaksa mengungsi ke rumah keluarga.
Selain Desa Andamui, luapan Sungai Cijurai juga masuk ke permukiman warga di dua dusun Desa Cisaat, Kecamatan Cibingbin. Di wilayah ini, dilaporkan sekitar 50 rumah warga ikut terendam, dengan ketinggian air mencapai sekitar 80 cm hingga satu meter.
Penanganan darurat dilakukan oleh aparat desa/kecamatan, TNI, Polri, dan BPBD Kabupaten Kuningan dibantu masyarakat setempat. Fokus utama adalah pembersihan material lumpur dan penanganan dampak genangan di lingkungan warga.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada selama musim penghujan serta segera melapor apabila terjadi banjir maupun longsor. Hingga laporan terakhir, tidak ada korban jiwa, namun kerugian disebut terjadi terutama pada perabot rumah tangga dan dampak kerusakan bangunan.
Situasi terkini dilaporkan mulai membaik karena air berangsur surut pada malam hari, dan langkah lanjutan akan dikoordinasikan dengan pemerintah desa serta pihak terkait.






