BOGOR – Komisi IV DPRD Kota Bogor secara tegas meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor segera menyerahkan laporan lengkap mengenai data hibah dan venue Porprov Jabar 2026. Langkah ini bertujuan agar persiapan pesta olahraga terbesar di Jawa Barat tersebut berjalan transparan dan tepat sasaran.
Sebagai tuan rumah, Kota Bogor memikul tanggung jawab besar. Oleh karena itu, koordinasi antara legislatif dan eksekutif harus berjalan selaras, terutama dalam urusan anggaran dan infrastruktur pendukung.
Urgensi Transparansi Data Hibah Olahraga
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor menekankan bahwa keterbukaan informasi sangat krusial. Pihaknya tidak ingin ada kendala administratif yang menghambat distribusi dana untuk pembinaan atlet. Data hibah dan venue Porprov Jabar 2026 yang diminta mencakup rincian alokasi untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) serta cabang olahraga terkait.
Selain itu, dewan ingin memastikan bahwa dana hibah tersebut benar-benar digunakan untuk peningkatan prestasi. Tanpa data yang valid, pengawasan terhadap penggunaan anggaran publik akan menjadi sulit. “Kami butuh rincian yang jelas agar fungsi pengawasan kami berjalan maksimal,” ujar perwakilan Komisi IV dalam rapat kerja terbaru.
Kesiapan Infrastruktur dan Venue Pertandingan
Selain masalah anggaran, ketersediaan fasilitas menjadi sorotan utama. DPRD menagih progres fisik dari lokasi-lokasi yang akan dijadikan arena pertandingan. Sejauh ini, pemetaan data hibah dan venue Porprov Jabar 2026 menunjukkan beberapa lokasi masih memerlukan renovasi berat.
Berikut adalah beberapa poin yang menjadi perhatian Komisi IV:
-
Kualitas Lapangan: Standar lapangan harus sesuai dengan regulasi teknis tiap cabang olahraga.
-
Aksesibilitas: Lokasi venue harus mudah dijangkau oleh atlet dan official.
-
Fasilitas Penunjang: Ketersediaan ruang ganti, toilet, dan area medis yang memadai.
Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan akselerasi pembangunan agar pengerjaan tidak menumpuk di akhir tahun anggaran 2025.
Sinkronisasi Anggaran untuk Prestasi Atlet
Persiapan menuju Porprov Jabar 2026 bukan sekadar membangun gedung. DPRD mengingatkan bahwa fokus utama adalah kesejahteraan atlet. Oleh karena itu, sinkronisasi antara data hibah dan venue Porprov Jabar 2026 harus mengacu pada kebutuhan riil di lapangan.
KONI Kota Bogor diharapkan bisa menjembatani kebutuhan para atlet dengan kebijakan anggaran pemerintah. Dengan dukungan dana yang cair tepat waktu, proses pemusatan latihan daerah (Pelatda) dapat berjalan secara optimal tanpa gangguan finansial.
Langkah Strategis Komisi IV DPRD Kota Bogor
Menanggapi permintaan ini, Komisi IV menjadwalkan kunjungan lapangan (sidak) ke beberapa titik lokasi pembangunan. Mereka ingin melihat secara langsung apakah data yang dilaporkan sesuai dengan realita di lapangan.
Selain itu, DPRD akan terus mengawal proses verifikasi calon penerima hibah. Hal ini penting untuk menghindari adanya tumpang tindih anggaran atau penggunaan dana yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Komisi IV menegaskan bahwa kesuksesan Porprov Jabar 2026 adalah pertaruhan nama baik Kota Bogor di tingkat provinsi.






