Malaysia Amankan Dua Kapal yang Diduga Selundupkan Minyak Mentah Senilai Rp2 Triliun

Avatar photo

- Penulis Berita

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua kapal yang diduga menyelundupkan minyak mentah dari Malaysia dalam foto yang diambil pada 29 Januari. Foto: MMEA

Dua kapal yang diduga menyelundupkan minyak mentah dari Malaysia dalam foto yang diambil pada 29 Januari. Foto: MMEA

Otoritas maritim Malaysia menyita dua kapal yang diduga terlibat dalam aktivitas pemindahan minyak mentah secara ilegal di perairan negara tersebut. Nilai minyak yang dibawa diperkirakan hampir 130 juta dolar AS atau setara lebih dari Rp2 triliun.

Kepala regulator maritim wilayah Penang menjelaskan bahwa penindakan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan pada 29 Januari. Dari hasil pemantauan, dua kapal terdeteksi berada sangat berdekatan di laut, sebuah indikasi kuat adanya aktivitas pemindahan minyak dari kapal ke kapal tanpa izin resmi.

Kedua kapal tersebut diamankan sekitar 44 kilometer dari Tanjung Muka, di perairan barat Malaysia. Saat diperiksa, petugas menemukan muatan minyak mentah dalam jumlah besar. Di atas kapal, terdapat total 53 awak yang berasal dari berbagai negara, di antaranya India, Iran, Myanmar, Pakistan, dan China.

Pihak berwenang menyatakan bahwa kapal-kapal itu kini berada dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Dugaan pelanggaran meliputi pemindahan minyak secara ilegal serta kemungkinan pemalsuan dokumen. Jika terbukti bersalah, masing-masing kapal terancam denda yang nilainya bisa mencapai puluhan ribu dolar AS.

Hingga saat ini, otoritas Malaysia belum mengungkap identitas kapal, pelabuhan asal, maupun sumber minyak mentah yang diangkut. Namun, kasus ini kembali menyoroti perairan Malaysia yang kerap dimanfaatkan sebagai lokasi praktik pemindahan minyak ilegal antar kapal, dengan tujuan menyamarkan asal muatan.

Pemerintah Malaysia sebelumnya telah menyatakan komitmennya untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas tersebut. Sejak pertengahan 2025, aparat maritim meningkatkan patroli dan penindakan guna menekan praktik penyelundupan energi yang dinilai merugikan negara dan melanggar hukum internasional.

Berita Terkait

Iran Ancam Balik AS Usai Blokade Selat Hormuz, Kami Tutup Laut Merah
Baterai Redoks Paling Canggih di Swiss: Revolusi Energi Hijau
Duel Sengit Carlos Alcaraz Lawan Jannik Sinner di Monte Carlo Masters 2026
Pertarungan Tyson Fury Melawan Arslanbek Makhmudov Siap Guncang Ring Tinju Dunia
Geliat Kualifikasi FIBA 3×3 dan Kompetisi Basket Domestik Semakin Memanas
Ekonomi Asia Tetap Stabil Meski Terhimpit Tekanan Konflik Geopolitik Global
Keamanan Global Terancam Risiko Penggunaan Internet Satelit dan Starlink
Regulasi Ketat Pemerintah Dunia Bayangi Pesatnya Perkembangan Teknologi AI dan Digital
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 20:23 WIB

Iran Ancam Balik AS Usai Blokade Selat Hormuz, Kami Tutup Laut Merah

Minggu, 12 April 2026 - 11:36 WIB

Baterai Redoks Paling Canggih di Swiss: Revolusi Energi Hijau

Minggu, 12 April 2026 - 02:11 WIB

Duel Sengit Carlos Alcaraz Lawan Jannik Sinner di Monte Carlo Masters 2026

Minggu, 12 April 2026 - 02:11 WIB

Pertarungan Tyson Fury Melawan Arslanbek Makhmudov Siap Guncang Ring Tinju Dunia

Minggu, 12 April 2026 - 02:10 WIB

Geliat Kualifikasi FIBA 3×3 dan Kompetisi Basket Domestik Semakin Memanas

Berita Terbaru

Isi Talak Ahmad Dhani

Berita

Ahmad Dhani Ungkap Isi SMS Talak 3 Maia Estianty

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:10 WIB

Nomor Induk Kependudukan Bansos

Nasional

Nomor Induk Kependudukan: Cara Cek Bansos Mei 2026 Terbaru

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:05 WIB