Guncangan Global: Saham Asia hingga Eropa Merosot Tajam di Awal Februari

Avatar photo

- Penulis Berita

Senin, 2 Februari 2026 - 18:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas dunia pada satu titik turun mendekati $ 4.400 pada 2 Februari. Grafik: Kitco

Harga emas dunia pada satu titik turun mendekati $ 4.400 pada 2 Februari. Grafik: Kitco

Pasar keuangan global mengalami tekanan besar pada sesi perdagangan 2 Februari 2026. Bursa saham di Asia, Eropa, hingga pasar komoditas sama-sama bergerak di zona merah, menandai meningkatnya kekhawatiran investor terhadap arah ekonomi dan kebijakan global.

Di kawasan Asia, mayoritas indeks utama ditutup melemah. Pasar saham Jepang mengalami penurunan signifikan, disusul Korea Selatan yang mencatat koreksi paling dalam dalam beberapa bulan terakhir. Tekanan jual juga terlihat di China, Hong Kong, serta pasar Asia Tenggara seperti Singapura, Thailand, Filipina, Indonesia, dan Australia yang ikut terkoreksi tajam.

Analis menilai aksi jual ini dipicu oleh sentimen global yang memburuk, terutama setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai rencana penerapan pajak timbal balik terhadap seluruh mitra dagang. Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran akan eskalasi perang dagang baru dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dunia.

Tekanan juga merambat ke pasar saham Eropa. Indeks-indeks utama di kawasan tersebut dibuka melemah, mencerminkan kehati-hatian investor setelah reli kuat sepanjang Januari yang sebagian besar didorong oleh euforia saham teknologi dan kecerdasan buatan. Sejumlah pelaku pasar mulai mempertanyakan keberlanjutan aliran modal besar ke sektor teknologi dan potensi terbentuknya gelembung harga.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah turun tajam. Pelemahan ini dipicu oleh meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, setelah muncul sinyal kemungkinan tercapainya kesepakatan diplomatik. Penurunan harga minyak juga diperparah oleh penguatan dolar AS yang menekan harga komoditas berdenominasi dolar.

Penguatan dolar didorong oleh spekulasi kebijakan moneter di Amerika Serikat. Pasar menilai pencalonan Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve berikutnya sebagai sinyal kebijakan yang cenderung ketat dan berfokus pada pengendalian inflasi. Persepsi ini mendorong minat terhadap dolar dan menekan aset berisiko.

Secara keseluruhan, koreksi serentak di pasar saham dan komoditas menunjukkan meningkatnya kehati-hatian investor global. Setelah reli kuat di awal tahun, pasar kini mulai menimbang ulang risiko kebijakan, geopolitik, dan valuasi aset yang dinilai semakin mahal.

Berita Terkait

Iran Ancam Balik AS Usai Blokade Selat Hormuz, Kami Tutup Laut Merah
Baterai Redoks Paling Canggih di Swiss: Revolusi Energi Hijau
Duel Sengit Carlos Alcaraz Lawan Jannik Sinner di Monte Carlo Masters 2026
Pertarungan Tyson Fury Melawan Arslanbek Makhmudov Siap Guncang Ring Tinju Dunia
Geliat Kualifikasi FIBA 3×3 dan Kompetisi Basket Domestik Semakin Memanas
Ekonomi Asia Tetap Stabil Meski Terhimpit Tekanan Konflik Geopolitik Global
Keamanan Global Terancam Risiko Penggunaan Internet Satelit dan Starlink
Regulasi Ketat Pemerintah Dunia Bayangi Pesatnya Perkembangan Teknologi AI dan Digital
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 20:23 WIB

Iran Ancam Balik AS Usai Blokade Selat Hormuz, Kami Tutup Laut Merah

Minggu, 12 April 2026 - 11:36 WIB

Baterai Redoks Paling Canggih di Swiss: Revolusi Energi Hijau

Minggu, 12 April 2026 - 02:11 WIB

Duel Sengit Carlos Alcaraz Lawan Jannik Sinner di Monte Carlo Masters 2026

Minggu, 12 April 2026 - 02:11 WIB

Pertarungan Tyson Fury Melawan Arslanbek Makhmudov Siap Guncang Ring Tinju Dunia

Minggu, 12 April 2026 - 02:10 WIB

Geliat Kualifikasi FIBA 3×3 dan Kompetisi Basket Domestik Semakin Memanas

Berita Terbaru

Isi Talak Ahmad Dhani

Berita

Ahmad Dhani Ungkap Isi SMS Talak 3 Maia Estianty

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:10 WIB

Nomor Induk Kependudukan Bansos

Nasional

Nomor Induk Kependudukan: Cara Cek Bansos Mei 2026 Terbaru

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:05 WIB