Calon Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menarik perhatian publik dengan komitmennya menjaga keindahan ruang publik. Ia secara tegas menyatakan keinginan agar tidak ada lagi atribut parpol di flyover Jakarta. Langkah ini diambil untuk memastikan estetika kota tetap terjaga, terutama di jalur-jalur protokol yang menjadi wajah ibu kota.
Pentingnya Estetika Kota Tanpa Atribut Politik
Jakarta sering kali dipenuhi oleh bendera, baliho, hingga spanduk politik saat memasuki musim pemilihan. Namun, keberadaan atribut parpol di flyover Jakarta sering kali dianggap mengganggu pemandangan dan merusak keindahan arsitektur kota.
Pramono Anung menilai bahwa ruang publik seperti jembatan layang (flyover) dan jembatan penyeberangan orang (JPO) harus bebas dari alat peraga kampanye. Selain masalah visual, pemasangan atribut yang sembarangan juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Oleh karena itu, ia mengimbau para pendukungnya untuk lebih tertib dalam memasang media sosialisasi.
Alasan Keamanan dan Ketertiban Umum
Selain faktor keindahan, alasan utama pelarangan atribut parpol di flyover Jakarta adalah faktor keamanan. Spanduk yang terpasang kurang kokoh sering kali terlepas dan menutupi pandangan pengendara motor atau mobil.
-
Risiko Kecelakaan: Bendera yang jatuh ke jalan dapat menyebabkan pengendara kehilangan kendali.
-
Kerusakan Fasilitas: Pemasangan dengan kawat atau paku dapat merusak pagar pembatas jalan.
-
Kebersihan: Atribut yang sudah usang sering kali menjadi sampah visual yang terbengkalai.
Pramono menekankan bahwa kampanye yang efektif tidak harus mengotori kota. Ia percaya bahwa masyarakat kini lebih cerdas dalam menilai calon pemimpin berdasarkan gagasan, bukan sekadar banyaknya bendera di pinggir jalan.
Alternatif Kampanye Kreatif dan Digital
Sebagai solusi atas pelarangan atribut parpol di flyover Jakarta, Pramono menyarankan penggunaan media yang lebih ramah lingkungan. Kampanye digital melalui media sosial atau pertemuan tatap muka dianggap lebih efektif dan minim polusi visual.
Selain itu, ia mendorong penggunaan alat peraga kampanye (APK) pada titik-titik yang memang sudah ditentukan oleh KPU dan Bawaslu. Dengan mengikuti aturan yang ada, proses demokrasi dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kebersihan lingkungan.
Komitmen Menjaga Wajah Baru Jakarta
Pramono Anung ingin membawa perubahan pada cara berpolitik di Jakarta. Ia berharap langkah ini diikuti oleh kontestan lain agar Jakarta tetap cantik dan nyaman bagi warganya. Menurutnya, menghormati ruang publik adalah bentuk penghormatan kepada warga Jakarta itu sendiri.
Masyarakat memberikan respons positif terhadap rencana pembersihan atribut parpol di flyover Jakarta ini. Warga berharap kebijakan ini benar-benar terlaksana secara konsisten, tidak hanya saat masa kampanye tetapi juga setelah pemilu berakhir.






