Wisatawan Wajib Bayar Tiket Masuk Air Mancur Trevi Roma untuk Atur Kerumunan

Avatar photo

- Penulis Berita

Selasa, 3 Februari 2026 - 18:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wisatawan Wajib Bayar Tiket Masuk Air Mancur Trevi Roma untuk Atur Kerumunan

Wisatawan Wajib Bayar Tiket Masuk Air Mancur Trevi Roma untuk Atur Kerumunan

Pemerintah kota Roma secara resmi mulai menerapkan kebijakan baru bagi para pelancong yang ingin menikmati keindahan Air Mancur Trevi dari dekat.

Kini, setiap pengunjung akan dikenakan biaya masuk sebesar kurang lebih 2,35 Euro atau sekitar 40 ribu rupiah demi menjaga ketertiban di situs bersejarah tersebut.

Langkah ini diambil oleh otoritas setempat setelah melihat lonjakan jumlah turis yang luar biasa besar dan sering kali tidak terkendali setiap harinya.

Ibu kota Italia ini memang terus berjuang mengatasi fenomena overtourism yang mulai mengancam kelestarian warisan budayanya. Air mancur legendaris yang dibangun pada abad ke-18 ini menjadi magnet utama bagi jutaan orang yang ingin melempar koin ke dalam kolamnya. Namun, kepadatan yang terjadi di area Fontana di Trevi tersebut telah mencapai titik yang dianggap mengkhawatirkan bagi kenyamanan publik.

Penerapan biaya ini merupakan bagian dari skema manajemen kerumunan yang lebih luas untuk melindungi landmark paling ikonik di Roma.

Dengan adanya sistem berbayar, jumlah orang yang berada di area cekungan air mancur bisa dibatasi dalam satu waktu tertentu. Wisatawan kini harus merogoh kocek sedikit lebih dalam jika ingin berfoto tepat di depan mahakarya buatan Nicola Salvi tersebut.

Kebijakan ini sempat menuai pro dan kontra di kalangan pelaku industri pariwisata internasional.

Beberapa pihak menilai biaya masuk bisa mengurangi daya tarik Roma sebagai kota yang ramah turis, namun pemerintah kota bersikeras bahwa ini demi kebaikan bersama. Mereka ingin memastikan bahwa setiap orang yang datang memiliki pengalaman yang berkualitas tanpa harus berdesakan secara ekstrem.

Uang hasil dari tiket masuk ini kabarnya akan dialokasikan kembali untuk pemeliharaan rutin situs dan peningkatan fasilitas umum di sekitarnya. Sebagaimana diketahui, biaya perawatan bangunan marmer kuno di Roma sangatlah tinggi dan membutuhkan ketelitian ekstra. Dengan adanya sumber pendapatan baru ini, pemerintah berharap situs-situs bersejarah bisa tetap kokoh berdiri untuk generasi mendatang.

Sistem pemesanan tiket kemungkinan besar akan dilakukan secara digital untuk mempermudah pemantauan arus masuk manusia. Wisatawan disarankan untuk memesan slot kunjungan mereka terlebih dahulu guna menghindari antrean panjang di lokasi. Hal ini menjadi perubahan signifikan bagi cara orang-orang menikmati keindahan arsitektur Barok di pusat kota tersebut.

Roma bukan satu-satunya kota di Italia yang mulai membatasi pergerakan turis dengan skema berbayar.

Sebelumnya, Venesia juga telah menerapkan biaya masuk serupa untuk mengontrol kepadatan orang yang masuk ke pulau utama mereka. Tren ini nampaknya akan terus berlanjut di kota-kota besar Eropa yang mulai kewalahan menangani jumlah pengunjung yang membludak setelah masa pandemi berakhir.

Kondisi di sekitar Fontana di Trevi pada jam-jam sibuk sering kali digambarkan sebagai lautan manusia yang sulit untuk ditembus.

Petugas keamanan sering kali harus bekerja ekstra keras hanya untuk sekadar memberikan ruang jalan bagi penduduk lokal yang melintas. Dengan kebijakan baru ini, diharapkan suasana di sekitar air mancur bisa menjadi lebih tenang dan teratur.

Meskipun dikenakan biaya, antusiasme wisatawan nampaknya belum memudar untuk melihat langsung kemegahan patung Neptunus tersebut. Biaya sebesar 2,35 Euro dinilai masih cukup terjangkau bagi sebagian besar pelancong mancanegara yang datang dari berbagai belahan dunia. Setidaknya, tiket ini memberikan jaminan bahwa area di dekat air mancur tidak akan terlalu penuh sesak seperti sebelumnya.

Pengaturan akses ini juga bertujuan untuk mencegah tindakan-tindakan vandalisme atau perilaku tidak sopan dari oknum wisatawan.

Dalam beberapa tahun terakhir, sempat terjadi beberapa insiden di mana turis mencoba berenang atau merusak bagian dari monumen bersejarah tersebut. Pengawasan yang lebih ketat melalui sistem tiket masuk ini diharapkan bisa meminimalisir kejadian serupa di masa depan.

Bagi mereka yang hanya ingin melihat dari kejauhan, pemerintah kemungkinan masih akan memberikan akses gratis di area sekitar luar pagar pembatas. Namun, untuk benar-benar berada di tangga yang bersentuhan langsung dengan area air, biaya wajib tetap diberlakukan tanpa terkecuali. Ini adalah bentuk kompromi yang ditawarkan oleh otoritas Roma untuk menjaga hak publik sekaligus melindungi cagar budaya.

Situs sejarah ini bukan hanya sekadar tempat wisata, melainkan bagian dari identitas warga Roma yang harus dihormati.

Banyak warga lokal yang merasa terganggu dengan kebisingan dan sampah yang sering kali ditinggalkan oleh kerumunan turis yang tidak tertib. Kebijakan ini juga menjadi jawaban atas keluhan-keluhan warga yang merindukan suasana kota yang lebih nyaman untuk ditinggali.

Para pemandu wisata lokal kini harus menyesuaikan jadwal tur mereka dengan aturan slot waktu yang baru diterapkan ini. Mereka perlu mengedukasi para tamu mengenai pentingnya kontribusi kecil ini bagi keberlangsungan monumen yang mereka kagumi. Adaptasi ini mungkin akan memakan waktu, namun dianggap perlu demi masa depan pariwisata berkelanjutan di Italia.

Efektivitas dari kebijakan tiket masuk Air Mancur Trevi ini akan dievaluasi secara berkala oleh dewan kota setempat. Jika terbukti sukses dalam mengatur kerumunan, bukan tidak mungkin situs-situs populer lainnya di Roma akan menyusul dengan skema yang serupa. Langkah ini menjadi preseden penting bagi pengelolaan destinasi wisata dunia yang mulai mengalami beban berlebih.

Kota Roma ingin mengirimkan pesan kuat bahwa pariwisata yang sehat adalah pariwisata yang terukur dan bertanggung jawab.

Kemegahan sejarah tidak boleh dikorbankan demi sekadar angka statistik jumlah kunjungan turis tiap tahunnya. Dengan membayar sekitar 2,35 Euro, wisatawan secara tidak langsung ikut andil dalam melestarikan salah satu keajaiban arsitektur dunia.

Berita Terkait

Ahmad Dhani Ungkap Isi SMS Talak 3 Maia Estianty
Sinopsis Drama Korea Twinkling Watermelon, Perjalanan Waktu & Musik 2024
Sinopsis Drama Korea Recipe For Love, Kisah Cinta Musuh Jadi Cinta!
Sinopsis Drama Korea The King Warden, Kisah Haru Raja Terbuang
Sinopsis Netflix Phantom Lawyer, Kisah Pengacara Arwah & 5 Fakta Menarik
Sinopsis Netflix Man Of Fire, Film Action Terbaik 2004
Sinopsis Netflix Unchosen, 5 Alasan Wajib Nonton Film Ini
Sinopsis Drama Korea Filing For Love: Plot, Pemain & Jadwal

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:10 WIB

Ahmad Dhani Ungkap Isi SMS Talak 3 Maia Estianty

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:57 WIB

Sinopsis Drama Korea Twinkling Watermelon, Perjalanan Waktu & Musik 2024

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:47 WIB

Sinopsis Drama Korea Recipe For Love, Kisah Cinta Musuh Jadi Cinta!

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:39 WIB

Sinopsis Drama Korea The King Warden, Kisah Haru Raja Terbuang

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:27 WIB

Sinopsis Netflix Phantom Lawyer, Kisah Pengacara Arwah & 5 Fakta Menarik

Berita Terbaru

Isi Talak Ahmad Dhani

Berita

Ahmad Dhani Ungkap Isi SMS Talak 3 Maia Estianty

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:10 WIB

Nomor Induk Kependudukan Bansos

Nasional

Nomor Induk Kependudukan: Cara Cek Bansos Mei 2026 Terbaru

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:05 WIB