Arsenal kembali menghadapi ujian mental di Liga Premier setelah bermain imbang 2-2 melawan Wolverhampton pada pekan ke-26. Hasil tersebut terasa seperti kekalahan karena The Gunners sempat unggul dua gol lebih dulu.
Sejak menit awal, Arsenal tampil dominan. Bukayo Saka membuka skor cepat dan permainan tim tamu terlihat terkontrol penuh.
Keunggulan bertambah ketika Piero Hincapie mencetak gol kedua yang sempat ditinjau VAR sebelum disahkan. Pada fase ini, Arsenal tampak siap mengamankan tiga poin.
Namun momentum berubah ketika Wolves memperkecil kedudukan lewat Hugo Bueno. Tekanan tuan rumah meningkat dan Arsenal mulai kehilangan ritme.
Kesalahan koordinasi lini belakang membuat skor menjadi imbang 2-2. Gol penyama terjadi setelah situasi kemelut yang menunjukkan rapuhnya konsentrasi.
Manajer Mikel Arteta mengakui timnya melakukan kesalahan beruntun. Ia menilai momen krusial seperti ini menjadi pembeda antara kandidat dan juara sejati.
Arsenal masih memimpin klasemen dengan selisih lima poin dari Manchester City, tetapi pesaing memiliki satu laga di tangan. Jadwal ke depan pun tidak ringan.
Hasil di Molineux menjadi pengingat bahwa konsistensi mental menentukan akhir musim. Jika tidak mampu menjaga fokus hingga peluit akhir, peluang juara bisa terlepas.






