Arsenal memastikan satu tempat di partai puncak Piala Liga Inggris setelah menyingkirkan Chelsea lewat kemenangan tipis 1-0 pada leg kedua semifinal yang digelar di Stadion Emirates, Selasa malam, 3 Februari 2026. Hasil ini membuat The Gunners unggul agregat 4-2 dan berhak melangkah ke final.
Gol penentu kemenangan dicetak Kai Havertz pada masa tambahan waktu babak kedua. Mantan pemain Chelsea tersebut memanfaatkan serangan balik cepat di detik-detik akhir laga untuk menaklukkan kiper Robert Sanchez dan mengubur harapan tim tamu. Gol tersebut sekaligus menjadi klimaks dari pertandingan yang berlangsung ketat dan minim peluang bersih.
Dengan keunggulan agregat dari leg pertama, Arsenal tetap tampil agresif dan menurunkan mayoritas pemain intinya. Langkah ini menegaskan ambisi skuad London Utara untuk mengakhiri penantian panjang gelar domestik. Sepanjang laga, Arsenal mampu mengontrol tempo permainan dan membuat Chelsea kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
Chelsea sendiri memilih pendekatan lebih hati-hati dengan formasi bertahan, mengandalkan serangan balik dan menunggu celah dari kesalahan tuan rumah. Meski beberapa kali mencoba mengancam lewat tembakan jarak jauh dan situasi bola mati, upaya tersebut belum cukup untuk membongkar pertahanan solid Arsenal.
Kebuntuan akhirnya pecah di menit-menit akhir ketika Arsenal memanfaatkan kelengahan Chelsea saat kehilangan bola di area tengah. Skema serangan cepat berujung pada penyelesaian tenang Havertz ke gawang kosong, yang langsung disambut sorak sorai publik Emirates.
Kemenangan ini memperpanjang catatan positif Arsenal atas Chelsea menjadi sepuluh pertemuan tanpa kekalahan di semua kompetisi. Lebih dari itu, hasil tersebut membawa Arsenal ke final Piala Liga untuk pertama kalinya sejak musim 2017/2018. Di partai final yang akan digelar di Wembley pada 22 Maret mendatang, Arsenal dijadwalkan menghadapi pemenang laga semifinal lainnya antara Manchester City dan Newcastle United.
Bagi Arsenal, laga final nanti menjadi peluang emas untuk meraih trofi Piala Liga ketiga dalam sejarah klub sekaligus menandai kembalinya mereka ke panggung final turnamen besar setelah beberapa musim terakhir.






