Pendiri Microsoft Bill Gates menyatakan penyesalan mendalam atas interaksinya dengan mendiang Jeffrey Epstein, setelah munculnya dokumen baru terkait penyelidikan kasus Epstein. Gates menegaskan bahwa setiap pertemuan dengan Epstein merupakan keputusan yang kini ia sesali.
Dalam wawancara dengan media Australia, Gates mengatakan dirinya merasa menyesal setiap kali mengingat hubungan tersebut. Ia juga menyampaikan permintaan maaf atas keterlibatannya, sekaligus menegaskan bahwa hubungan itu tidak berkembang menjadi kerja sama yang berarti.
Dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat pekan lalu memuat sejumlah komunikasi email antara Epstein dan berbagai tokoh publik. Dalam salah satu draf email yang disebut belum pernah dikirim, Epstein menyinggung hubungan pribadi Gates dengan tuduhan yang kemudian dibantah keras oleh sang miliarder.
Gates menyatakan isi email tersebut tidak benar dan menilai tuduhan itu sama sekali tidak berdasar. Juru bicaranya juga menegaskan bahwa dokumen tersebut justru menunjukkan upaya Epstein untuk memanfaatkan hubungan dengan figur publik demi kepentingannya sendiri.
Mantan istri Gates, Melinda French Gates, mengaku publikasi dokumen tersebut kembali memunculkan kenangan yang sulit dalam kehidupan pribadinya. Ia menilai pertanyaan terkait hubungan Gates dengan Epstein seharusnya dijawab langsung oleh pihak yang bersangkutan.
Gates menjelaskan bahwa dirinya pertama kali bertemu Epstein pada 2011 dan sempat menghadiri beberapa pertemuan makan malam selama beberapa tahun berikutnya. Menurutnya, tujuan awal pertemuan berkaitan dengan upaya menggalang dukungan finansial untuk program kesehatan global, meski pada akhirnya tidak menghasilkan sesuatu yang signifikan.
Ia juga menegaskan tidak pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein di Karibia, yang selama ini sering dikaitkan dengan berbagai kontroversi hukum. Gates menilai kemunculan nama seseorang dalam dokumen Epstein tidak otomatis menunjukkan keterlibatan dalam tindakan ilegal.
Sebagai informasi, Epstein ditangkap pada 2019 atas tuduhan eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur. Ia meninggal dunia di tahanan New York sebelum proses persidangan selesai. Kasus tersebut terus menjadi perhatian global karena melibatkan jaringan relasi luas dengan kalangan elite dunia.






