Perekonomian Jakarta menunjukkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan pertumbuhan mencapai 5,21 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Data ini disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta berdasarkan perhitungan produk domestik regional bruto (PDRB).
Secara nominal, nilai PDRB Jakarta atas dasar harga berlaku tercatat sekitar Rp3.926,15 triliun. Sementara itu, jika dihitung menggunakan harga konstan, nilainya mencapai sekitar Rp2.263,24 triliun, mencerminkan pertumbuhan ekonomi riil sepanjang tahun tersebut.
Sebagai perbandingan, pada 2024 nilai PDRB atas dasar harga berlaku berada di kisaran Rp3.679,71 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan sekitar Rp2.151,20 triliun. Kenaikan tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi ibu kota tetap stabil meski menghadapi dinamika ekonomi global.
Struktur ekonomi Jakarta selama 2025 masih didominasi sektor perdagangan besar dan eceran termasuk reparasi kendaraan, dengan kontribusi sekitar 18,12 persen terhadap total ekonomi daerah. Posisi berikutnya ditempati sektor industri pengolahan dengan kontribusi sekitar 11,13 persen, disusul jasa keuangan dan asuransi yang berperan sekitar 10,96 persen.
Beberapa sektor mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang tahun. Bidang akomodasi serta makanan dan minuman menjadi yang paling tinggi dengan kenaikan sekitar 9,33 persen. Sektor transportasi dan pergudangan tumbuh sekitar 8,69 persen, sedangkan sektor jasa lainnya naik sekitar 8,46 persen.
Meski mayoritas sektor berkembang positif, sejumlah bidang usaha masih mengalami kontraksi. Pengadaan air serta pengelolaan limbah tercatat turun sekitar 3,6 persen. Sektor pertambangan dan penggalian mengalami penurunan sekitar 7,79 persen, sementara kontraksi terdalam terjadi pada sektor listrik dan gas yang turun sekitar 12,49 persen.
Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan IV 2025 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya mencapai sekitar 5,71 persen. Jika dibandingkan dengan triwulan III 2025, ekonomi Jakarta juga menunjukkan ekspansi sekitar 3,41 persen.
Nilai ekonomi yang dihasilkan pada triwulan terakhir 2025 tercermin dari PDRB sebesar Rp1.041,19 triliun atas dasar harga berlaku dan sekitar Rp582,51 triliun berdasarkan harga konstan. Angka tersebut menegaskan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta tetap menjadi salah satu motor utama perekonomian nasional.






