Gempa M 6,4 guncang Pacitan, Jawa Timur, pada dini hari tadi dan mengejutkan warga di sebagian besar wilayah Pulau Jawa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera memberikan informasi resmi terkait parameter gempa tersebut. Berdasarkan data teknis, gempa ini memiliki kekuatan yang cukup signifikan sehingga getarannya terasa hingga ke beberapa kota besar di sekitarnya.
Meskipun kekuatan gempa cukup besar, BMKG memastikan bahwa peristiwa ini tidak memiliki risiko gelombang tinggi. Masyarakat sempat merasa khawatir, namun konfirmasi resmi menyatakan bahwa fenomena gempa M 6,4 guncang Pacitan ini tidak berpotensi tsunami.
Detail Lokasi dan Kedalaman Gempa Pacitan
Pusat gempa atau episenter terletak di laut, tepatnya pada koordinat yang berada di sebelah selatan Kabupaten Pacitan. BMKG mencatat bahwa gempa terjadi pada kedalaman yang cukup dalam di zona subduksi.
Berikut adalah data teknis terkait gempa tersebut:
-
Kekuatan: Magnitudo 6,4.
-
Waktu: Terjadi pada dini hari WIB.
-
Lokasi: Perairan selatan Pacitan, Jawa Timur.
-
Kedalaman: 10 km hingga 60 km (tergantung pemutakhiran data).
-
Potensi Tsunami: Tidak ada.
Wilayah yang Merasakan Getaran Gempa
Karena kekuatan gempa M 6,4 guncang Pacitan ini cukup masif, dampaknya dirasakan di wilayah yang sangat luas. Warga di Yogyakarta, Solo, hingga Malang melaporkan adanya getaran yang membuat benda-benda gantung bergoyang.
Selain itu, warga di pesisir selatan Jawa Tengah dan Jawa Timur juga merasakan guncangan dengan intensitas skala MMI (Modified Mercalli Intensity) II-IV. Sejauh ini, laporan mengenai kerusakan bangunan masih terus dikumpulkan oleh BPBD setempat. Namun, hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat guncangan tersebut.
Analisis BMKG Mengenai Gempa M 6,4 Guncang Pacitan
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG menjelaskan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal. Gempa tersebut terjadi akibat adanya aktivitas deformasi batuan di zona subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia.
Selain itu, mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki pergerakan naik (thrust fault). Oleh karena itu, energi yang dilepaskan cukup besar meskipun tidak memicu dislokasi air laut dalam volume yang membahayakan.
Mengapa Tidak Terjadi Tsunami?
Banyak warga bertanya mengapa gempa M 6,4 guncang Pacitan tidak memicu tsunami padahal pusatnya berada di laut. Syarat terjadinya tsunami biasanya melibatkan magnitudo di atas 7,0 dan adanya patahan vertikal yang besar di dasar laut dangkal. Dalam kasus Pacitan kali ini, kekuatannya belum mencapai ambang batas pemicu tsunami yang merusak.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat Jawa Timur
Pihak berwenang mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Pasalnya, sering kali muncul berita hoaks mengenai gempa susulan yang lebih besar setelah kejadian utama.
Masyarakat sebaiknya melakukan langkah-langkah berikut:
-
Hindari Bangunan Retak: Segera keluar jika rumah menunjukkan tanda kerusakan struktur.
-
Pantau Info Resmi: Gunakan aplikasi InfoBMKG atau kanal media sosial resmi pemerintah.
-
Siapkan Tas Siaga Bencana: Selalu siapkan dokumen penting dan kebutuhan darurat di satu tempat.
Kesimpulannya, fenomena gempa M 6,4 guncang Pacitan ini merupakan pengingat bahwa wilayah selatan Jawa merupakan zona aktif seismik. Kewaspadaan harus selalu ditingkatkan, namun jangan sampai menimbulkan kepanikan yang berlebihan.






