Ketua KPK Soroti Krisis SDM dan Alat Penyadapan Usang sebagai Hambatan Utama Antirasuah

Avatar photo

- Penulis Berita

Rabu, 28 Januari 2026 - 14:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KPK Setyo Budiyanto

Ketua KPK Setyo Budiyanto

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto, mengungkapkan bahwa keterbatasan sumber daya manusia (SDM) masih menjadi kendala utama dalam mengoptimalkan kinerja lembaga antirasuah tersebut. Dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (28/1/2026), Setyo menegaskan bahwa meski secara teknis penanganan perkara berjalan lancar, jumlah personel yang ada saat ini jauh dari kata maksimal untuk mencakup seluruh wilayah Indonesia.

Guna mengatasi efisiensi jarak dan waktu, Setyo mengusulkan agar KPK memiliki kantor perwakilan di daerah, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur atau di provinsi-provinsi tertentu. Keberadaan kantor regional ini dinilai krusial untuk mempercepat interaksi dengan pemerintah daerah serta memperpendek rentang kendali operasional. Selain masalah kuantitas, KPK juga sedang berupaya mengatasi masalah internal terkait disparitas sistem penggajian antara pegawai lama dan pegawai baru. KPK telah berkoordinasi dengan Menteri Keuangan agar pada tahun 2026 ini kesenjangan gaji tersebut dapat dihapuskan demi menjaga motivasi kerja seluruh personel.

Senada dengan Ketua KPK, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto menyoroti hambatan dari sisi teknologi yang menghambat efektivitas Operasi Tangkap Tangan (OTT). Ia mengakui bahwa peralatan yang dimiliki KPK saat ini sudah tidak mutakhir atau ketinggalan zaman. Fitroh berharap DPR dapat memberikan dukungan anggaran yang lebih besar untuk pengadaan alat-alat canggih agar tindakan penindakan bisa dilakukan secara lebih masif dan akurat di lapangan.

Merespons paparan tersebut, Komisi III DPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan strategis dan program kerja KPK untuk tahun anggaran 2026. Dukungan ini mencakup upaya penurunan tingkat korupsi nasional, penguatan kelembagaan, serta peningkatan indeks persepsi korupsi. Fokus utama kolaborasi ini adalah memastikan KPK memiliki sumber daya dan infrastruktur yang cukup tangguh untuk menjalankan fungsi pencegahan dan penindakan korupsi secara efektif di tingkat nasional maupun daerah.

Berita Terkait

Ahmad Dhani Ungkap Isi SMS Talak 3 Maia Estianty
Sinopsis Drama Korea Twinkling Watermelon, Perjalanan Waktu & Musik 2024
Sinopsis Drama Korea Recipe For Love, Kisah Cinta Musuh Jadi Cinta!
Sinopsis Drama Korea The King Warden, Kisah Haru Raja Terbuang
Sinopsis Netflix Phantom Lawyer, Kisah Pengacara Arwah & 5 Fakta Menarik
Sinopsis Netflix Man Of Fire, Film Action Terbaik 2004
Sinopsis Netflix Unchosen, 5 Alasan Wajib Nonton Film Ini
Sinopsis Drama Korea Filing For Love: Plot, Pemain & Jadwal
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:10 WIB

Ahmad Dhani Ungkap Isi SMS Talak 3 Maia Estianty

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:57 WIB

Sinopsis Drama Korea Twinkling Watermelon, Perjalanan Waktu & Musik 2024

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:47 WIB

Sinopsis Drama Korea Recipe For Love, Kisah Cinta Musuh Jadi Cinta!

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:39 WIB

Sinopsis Drama Korea The King Warden, Kisah Haru Raja Terbuang

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:27 WIB

Sinopsis Netflix Phantom Lawyer, Kisah Pengacara Arwah & 5 Fakta Menarik

Berita Terbaru

Isi Talak Ahmad Dhani

Berita

Ahmad Dhani Ungkap Isi SMS Talak 3 Maia Estianty

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:10 WIB

Nomor Induk Kependudukan Bansos

Nasional

Nomor Induk Kependudukan: Cara Cek Bansos Mei 2026 Terbaru

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:05 WIB