PT Jasamarga Transjawa Tol atau JTT menutup sementara Rest Area Km 52B di Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta pada Selasa, 24 Maret 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran arus kendaraan pada periode puncak arus balik Idulfitri 1447 Hijriah.
Penutupan tidak dilakukan secara permanen, melainkan bersifat situasional. Artinya, keputusan membuka atau menutup akses rest area sangat bergantung pada kondisi lalu lintas di lapangan dan hasil koordinasi dengan Kepolisian RI. Fokus utama dari pengaturan ini adalah mencegah penumpukan kendaraan yang dapat mengganggu arus utama di ruas tol Jakarta-Cikampek.
Vice President Corporate Secretary & Legal JTT, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa lonjakan kendaraan yang keluar masuk rest area berpotensi menimbulkan antrean panjang. Bila dibiarkan, antrean ini bisa meluber ke jalur utama dan memperlambat arus balik secara keseluruhan. Dalam kondisi seperti musim balik Lebaran, sedikit hambatan di satu titik bisa cepat berubah jadi drama panjang berkilometer-kilometer.
Karena itu, penutupan sementara Rest Area Km 52B dipandang sebagai bagian dari strategi pengaturan lalu lintas, bukan semata pembatasan akses bagi pengguna jalan. Langkah ini dirancang agar kendaraan yang sedang bergerak menuju Jakarta tetap memiliki ruang melaju tanpa tertahan oleh kendaraan lain yang hendak masuk atau keluar dari rest area.
JTT menegaskan bahwa pihaknya bersama kepolisian akan terus memantau situasi lalu lintas secara berkala. Jika kondisi berubah, pola pengaturan juga dapat disesuaikan. Dengan pendekatan fleksibel seperti ini, operator jalan tol berharap dapat menjaga keseimbangan antara kebutuhan istirahat pengguna jalan dan kelancaran arus kendaraan di jalur utama.
Pengguna jalan yang biasanya mengandalkan Rest Area Km 52B diminta menyiapkan perjalanan dengan lebih matang. JTT mengimbau masyarakat memanfaatkan rest area lain yang tersedia di sepanjang Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Perencanaan ulang menjadi penting agar pengemudi tidak terlalu bergantung pada satu titik pemberhentian saja.
Selain mengatur titik istirahat, Jasamarga juga mengingatkan pentingnya kesiapan kendaraan dan kondisi fisik pengemudi. Pengguna jalan diminta memastikan mobil dalam keadaan prima, menjaga jarak aman, serta mematuhi arahan petugas di lapangan dan rambu lalu lintas yang berlaku. Dalam masa arus balik, urusan kecil seperti tekanan ban dan stamina sopir kadang lebih penting daripada playlist perjalanan.
JTT juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat penutupan sementara tersebut. Namun perusahaan menekankan bahwa kebijakan ini diambil demi kepentingan yang lebih besar, yakni keselamatan dan kelancaran perjalanan ribuan pengguna jalan yang kembali ke Jakarta usai libur Lebaran.
Untuk mendapatkan perkembangan terbaru, pengguna jalan dapat memantau informasi melalui aplikasi Travoy atau menghubungi One Call Center Jasa Marga 133 yang beroperasi 24 jam. Dengan kombinasi pemantauan lapangan, koordinasi bersama polisi, dan penyesuaian situasional, Jasamarga berharap puncak arus balik di Tol Japek dapat berlangsung lebih tertib tanpa kemacetan yang tidak perlu.






