Pasar mobil listrik China akan kedatangan pemain baru yang langsung mengundang perbandingan dengan Porsche Panamera. Model tersebut adalah Aistaland GT7, kendaraan listrik hasil kolaborasi Huawei dan GAC yang dijadwalkan meluncur ke pasar pada Juni. Sejak gambar dan detail awalnya beredar, mobil ini ramai dibicarakan karena desain depannya dianggap sangat mengingatkan pada sedan sport mewah asal Jerman tersebut.
Aistaland sendiri merupakan merek kerja sama antara Huawei dan perusahaan otomotif milik negara, GAC. Nama Aistaland dijelaskan sebagai singkatan yang menggambarkan semangat “AI memulai tanah baru”, sementara di pasar China merek ini juga diperkenalkan dengan nama Qijaing. Posisi CEO dipegang oleh Liu Jiaming, sosok yang punya pengalaman di GAC Toyota dan GAC Group.
Pada 17 Maret, Aistaland resmi memperkenalkan model pertamanya ke pasar domestik. Tidak lama kemudian, sang CEO mengungkap bahwa GT7 akan menjadi model berikutnya yang siap diperkenalkan secara komersial pada Juni. Ini berarti Huawei dan GAC tidak ingin berlama-lama membangun rasa penasaran pasar; mereka langsung menyiapkan lini produk untuk menembus segmen EV premium yang semakin padat pemain.
Mobil ini digambarkan sebagai shooting brake listrik dengan dimensi panjang 5.050 mm, lebar 1.980 mm, tinggi 1.470 mm, dan wheelbase 3.000 mm. Dibandingkan Zeekr 001 yang disebut sebagai rival langsungnya, GT7 punya bodi sekitar 95 mm lebih panjang. Ukuran itu memberi sinyal bahwa mobil ini ingin hadir sebagai produk besar dan serius, bukan cuma kendaraan gaya yang menang di brosur.
Desain depannya menjadi bagian yang paling mencolok. Lampu utama dan siluet hidung mobil membuat banyak orang langsung menyebutnya sebagai “salinan” Porsche Panamera. Di sisi lain, GT7 juga membawa sentuhan modern seperti handle pintu semi-tersembunyi, lampu belakang memanjang, serta garis bodi yang dibuat cukup halus untuk mempertahankan kesan elegan. Kalau Panamera punya saudara jauh yang pindah ke dunia listrik dan rajin belajar teknologi, mungkin bentuknya kira-kira begini.
Dari sisi platform, Aistaland GT7 dibangun di atas arsitektur listrik 800 volt. Mobil ini juga dibekali suspensi aktif dan kokpit digital berbasis Harmony OS. Kehadiran sistem operasi buatan Huawei menegaskan bahwa GT7 tidak hanya dijual lewat desain luar, tetapi juga lewat pengalaman digital yang terintegrasi di dalam kabin, sesuatu yang memang jadi kekuatan utama Huawei dalam proyek otomotifnya.
Fitur teknologi lain yang cukup mencuri perhatian adalah lampu depan Huawei Xpixel yang mampu memproyeksikan peringatan keselamatan dan petunjuk navigasi langsung ke area di depan kendaraan. Mobil ini juga menggunakan sensor LiDAR seri 896 dari Huawei, yang diklaim bisa mendeteksi hambatan kecil setinggi 14 cm pada jarak 122 meter dalam kondisi malam. Artinya, GT7 ingin tampil bukan cuma mirip mobil premium, tetapi juga terasa canggih secara fungsional.
Hingga kini, detail lengkap soal powertrain memang belum dibuka. Namun Aistaland telah memastikan bahwa GT7 merupakan kendaraan listrik murni dengan konfigurasi dual-motor. Dengan spesifikasi seperti itu, mobil ini diarahkan untuk bersaing langsung dengan Zeekr 001 di pasar China, sebuah segmen yang saat ini diisi kendaraan listrik berperforma tinggi dengan desain sporty dan harga yang mulai makin kompetitif.
Harga GT7 diperkirakan berada di kisaran 300.000 yuan atau sekitar 43.525 dolar AS. Jika angka ini benar saat peluncuran nanti, Aistaland GT7 akan masuk ke arena yang cukup menarik: lebih terjangkau dibanding sedan Eropa premium, tetapi tetap cukup mahal untuk menuntut kualitas dan teknologi yang serius. Tinggal menunggu apakah pasar melihatnya sebagai mobil yang terlalu mirip Panamera, atau justru sebagai alternatif EV baru yang tahu cara memancing perhatian sejak sebelum diluncurkan.






