Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Inggris berpeluang ditingkatkan menjadi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Peluang tersebut terbuka setelah kedua negara lebih dulu menandatangani kerja sama tahap awal melalui skema UK–Indonesia Economic Growth Partnership (EGP).
Airlangga menjelaskan bahwa EGP saat ini masih menjadi fondasi awal hubungan ekonomi bilateral. Ke depan, kemitraan tersebut dapat dikembangkan ke tahap yang lebih luas dan mendalam melalui perjanjian CEPA yang mencakup liberalisasi perdagangan, investasi, serta penguatan kerja sama lintas sektor.
Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga usai menghadiri Indonesia Economic Summit 2026 di Jakarta, Selasa (3/2/2026). Menurutnya, EGP menjadi pintu masuk untuk menguji kesiapan kedua negara sebelum melangkah ke kesepakatan yang lebih komprehensif.
Dalam kerja sama yang telah disepakati, Indonesia dan Inggris fokus pada sejumlah sektor strategis. Di antaranya adalah pengembangan energi bersih dan transisi hijau, termasuk teknologi ramah lingkungan serta pembiayaan energi berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi juga mencakup ekonomi digital melalui penguatan inovasi teknologi dan infrastruktur digital.
Kerja sama di bidang ketahanan pangan dan pertanian diarahkan untuk peningkatan standar produksi serta perluasan akses pasar produk makanan dan minuman. Di sektor pendidikan dan kesehatan, terdapat rencana pembukaan universitas asal Inggris di Indonesia sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia.
Sektor maritim menjadi salah satu pilar utama dalam kemitraan ini. Inggris telah menyatakan komitmen investasi sekitar 4 miliar poundsterling atau setara Rp91,74 triliun. Investasi tersebut antara lain diarahkan untuk pembangunan kapal nelayan dan pengembangan kampung nelayan di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu rencana konkret yang dibahas adalah pembangunan lebih dari 1.500 kapal nelayan, termasuk dukungan desain kapal untuk memenuhi kebutuhan nasional.
Airlangga menilai, jika seluruh kerja sama ini berjalan optimal, peningkatan status kemitraan ke level CEPA akan memberikan manfaat besar bagi kedua negara, baik dari sisi perdagangan, investasi, maupun transfer teknologi dalam jangka panjang.






