TANGERANG – Tim SAR gabungan dari Basarnas temukan jasad pemuda tenggelam di Sungai Cimanceuri, Kabupaten Tangerang, pada Kamis siang. Korban yang sebelumnya dilaporkan hilang saat berenang tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian selama dua hari.
Penemuan ini mengakhiri upaya pencarian intensif yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, hingga relawan kebencanaan setempat. Jenazah korban kini telah dievakuasi ke rumah duka untuk proses pemakaman.
Kronologi Kejadian di Sungai Cimanceuri
Peristiwa tragis ini bermula ketika korban, seorang pemuda berinisial AR (20), sedang beraktivitas di pinggir sungai bersama teman-temannya. Berdasarkan keterangan saksi mata, korban mencoba menyeberangi sungai namun tiba-tiba mengalami kram otot.
Arus sungai yang cukup deras saat itu membuat korban kesulitan menyelamatkan diri. Teman-teman korban sempat berusaha memberikan pertolongan, namun korban dengan cepat terseret arus dan hilang dari permukaan air. Segera setelah kejadian, warga melaporkan insiden tersebut kepada pihak berwenang.
Upaya Basarnas Temukan Jasad Pemuda Tenggelam di Sungai Cimanceuri
Sejak menerima laporan kehilangan, tim rescue Kantor SAR Jakarta langsung menerjunkan personel menuju lokasi kejadian. Proses pencarian dilakukan dengan membagi tim menjadi beberapa unit kerja.
“Kami mengerahkan perahu karet untuk menyisir aliran sungai serta melakukan penyelaman di titik-titik yang dianggap rawan,” ujar Kepala Kantor SAR dalam keterangannya.
Selain penyisiran air, tim darat juga memantau bantaran sungai sejauh beberapa kilometer dari titik awal jatuhnya korban. Upaya Basarnas temukan jasad pemuda tenggelam di Sungai Cimanceuri akhirnya membuahkan hasil pada hari kedua pencarian. Jasad korban ditemukan mengapung sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian awal.
Kendala Selama Proses Pencarian
Tim di lapangan menghadapi beberapa tantangan teknis selama operasi SAR berlangsung. Beberapa kendala utama meliputi:
-
Arus Bawah yang Deras: Meskipun permukaan terlihat tenang, arus bawah sungai cukup kuat.
-
Kekeruhan Air: Jarak pandang di dalam air sangat terbatas, sehingga menyulitkan proses penyelaman.
-
Banyaknya Sampah dan Ranting: Material di dasar sungai menghambat pergerakan penyelam dan jangkar pencari.
Namun, berkat koordinasi yang solid antara instansi terkait, hambatan tersebut dapat diatasi hingga jenazah berhasil dievakuasi dengan aman.
Imbauan Keselamatan dari Pihak Berwenang
Pasca kejadian ini, Basarnas mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama saat musim hujan. Curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan debit air meningkat secara mendadak dan menciptakan arus yang membahayakan.
“Kami meminta warga untuk selalu menggunakan pelampung atau alat keselamatan jika harus beraktivitas di air. Jangan meremehkan arus sungai meskipun terlihat tenang,” tambahnya.
Kini, operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup. Semua unsur yang terlibat telah kembali ke satuan masing-masing setelah membantu Basarnas temukan jasad pemuda tenggelam di Sungai Cimanceuri.






