Pemerintah Kota Bandung kembali menjalankan Bazar Murah Utama (Bazmut) sesi II sebagai bagian dari upaya pengendalian harga bahan pokok menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Program ini dijadwalkan berlangsung pada 2–6 Maret 2026 dan menyasar 15 kecamatan di seluruh Kota Bandung.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, menjelaskan bahwa pelaksanaan tahap kedua sengaja difokuskan pada periode ketika kebutuhan masyarakat mulai meningkat menjelang Lebaran. Menurutnya, bazar ini ditujukan untuk membantu warga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ramah di kantong.
Dalam Bazmut sesi II, masyarakat dapat membeli sejumlah komoditas penting dengan harga di bawah pasaran. Barang yang disediakan mencakup beras SPHP, minyak goreng, gula pasir, hingga daging, yang biasanya mengalami kenaikan permintaan pada masa menjelang hari raya.
Harga lebih terjangkau tersebut dimungkinkan karena adanya kolaborasi antara Disdagin Kota Bandung dengan sejumlah mitra strategis seperti Bulog, Pertamina, serta jaringan ritel modern. Kolaborasi ini menjadi kunci agar stok tetap tersedia dan harga bisa dijaga tetap stabil di lokasi bazar.
Ronny menyebutkan bahwa di setiap titik pelaksanaan akan tersedia sekitar 10 tenda yang menjual beragam kebutuhan pokok. Pemerintah kota juga memastikan stok barang aman selama pelaksanaan bazar agar masyarakat tidak khawatir kehabisan komoditas tertentu.
Menariknya, Bazmut tidak hanya berfungsi sebagai pasar sembako murah. Kegiatan ini juga dirancang sebagai ruang pemberdayaan ekonomi dengan menghadirkan layanan publik bagi warga dan pelaku usaha, seperti pembuatan NIB, pendaftaran SIINas, sertifikasi halal, HAKI, hingga layanan perizinan dari DPMPTSP.
Produk UMKM binaan kecamatan juga ikut dipasarkan dalam kegiatan ini. Dengan cara tersebut, bazar murah bukan hanya membantu daya beli rumah tangga, tetapi sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal di masing-masing wilayah pelaksanaan.
Pemkot Bandung berharap Bazmut sesi II bisa memberi dampak ganda: meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan pokok dan membantu menjaga inflasi daerah tetap terkendali. Pemerintah juga ingin memastikan manfaat program terasa langsung di tingkat kecamatan, bukan hanya terpusat di satu lokasi.
Jadwal pelaksanaan tersebar selama lima hari, yakni 2 Maret di Andir, Gedebage, dan Sumur Bandung; 3 Maret di Astanaanyar, Cibeunying Kaler, dan Bojongloa Kidul; 4 Maret di Sukasari, Cidadap, dan Cinambo; 5 Maret di Regol, Panyileukan, dan Babakan Ciparay; serta 6 Maret di Rancasari, Antapani, dan Cicendo. Pola sebaran ini dirancang agar akses warga terhadap bazar murah lebih merata di seluruh Kota Bandung.






