Dalam dunia otomotif, kuda bukan sekadar gambar yang ditempel di logo. Simbol ini juga sering “hidup” sebagai inspirasi desain, nama model, sampai tema edisi khusus yang dibuat terbatas. Hasilnya, banyak kendaraan lahir dengan cerita unik—mulai dari hypercar superlangka sampai model yang lebih dekat ke pengguna harian.
Salah satu contoh yang mencuri perhatian adalah Bugatti Brouillé dari Program Solitaire. Nama “Brouillé” disebut terinspirasi dari kuda milik Ettore Bugatti yang dijuluki “Blind Mist”. Mobil ini tetap membawa mesin W16 bertenaga sekitar 1.600 hp, dan unsur kuda hadir di banyak detail—dari ornamen di area pintu, tuas gigi, hingga bordir pada sandaran kursi.
Di kubu lain, Koenigsegg menghadirkan Sadafair’s Spear yang dikembangkan dari Jesko Attack. Paket aerodinamisnya dibuat lebih agresif, dan harganya disebut mulai sekitar 5,2 juta dolar AS. Yang menarik, nama mobil ini diambil dari kuda milik ayah pendiri merek, Jesko von Koenigsegg, yang pernah ditunggangi dalam ajang joki terakhirnya pada 1976. Produksinya pun terbatas, hanya 30 unit.
Jika bicara ikon yang mudah dikenali, Ford Mustang jelas masuk daftar. Lambang kuda berlari sudah melekat dengan identitas Mustang sejak lama. Ada cerita yang menyebut inspirasi namanya terkait pesawat tempur P-51 Mustang, sementara informasi lain mengaitkannya dengan buku “The Mustangs” karya J. Frank Dobie yang konon diberikan kepada pihak riset pasar Ford. Apa pun asalnya, citra kuda di Mustang menjadi salah satu simbol otomotif paling terkenal di dunia.
Ford juga punya Bronco yang “hidup kembali” sejak 2021 dengan gaya retro. Seiring hadirnya Bronco Sport, kedua SUV ini menampilkan lencana “bucking horse” (kuda yang menendang) pada beberapa bagian seperti pintu bagasi belakang dan setir, menegaskan tema kebebasan serta petualangan yang ingin dibangun.
Menariknya, unsur kuda tidak selalu hadir sebagai gambar. Pada Porsche Taycan, misalnya, nama “Taycan” dikabarkan berasal dari bahasa Turki yang merujuk pada kuda muda, dengan makna yang mengarah ke energi dan dinamika. Hyundai juga pernah punya sedan besar bernama Equus—kata Latin untuk “kuda”—meski lini tersebut berhenti produksi pada 2016 dan kemudian digantikan Genesis G90.
Di segmen ultra-mewah, Rolls-Royce ikut merayakan tema kuda melalui koleksi khusus. Pada Tahun Kuda 2014, Rolls-Royce merilis Ghost Majestic Horse Collection dengan dekorasi kuda di panel, sandaran kepala, dan garis coachline. Setahun setelahnya, muncul pula Al-Adiyat Collection untuk Phantom dan Wraith, termasuk detail bordir kawanan lima kuda pada bagian headrest, serta opsi personalisasi warna dan material.
Label “equestrian” juga merambah Bentley. Bentayga by Mulliner The Jockey Club muncul pada 2018 di Cheltenham Festival sebagai penghormatan terhadap olahraga berkuda. Lalu hadir Continental GTC Equestrian Edition yang mengambil inspirasi dari lintasan balap Cheltenham di Inggris. Pada 2022, Bentley meluncurkan Bentayga Equestrian Collection yang sangat terbatas—disebut hanya 10 unit dan dikhususkan untuk Belgia.
Pasar Asia pun tidak ketinggalan. BMW sempat menghadirkan beberapa edisi bertema kuda, seperti 740Li xDrive Horse Edition di Tiongkok, disusul varian performa seperti M6 Gran Coupe Horse Edition dan M5 Horse Edition, lengkap dengan motif dekoratif dan tulisan khusus pada sandaran kepala. Untuk tahun 2026, MINI juga dikabarkan menawarkan Countryman S Fiery Stallion Edition di Malaysia dengan jumlah terbatas 12 unit. Bahkan di roda dua, Piaggio pernah merilis Vespa 946 Horse sebagai bagian dari tema perayaan. Dari sini terlihat satu pola: kuda terus dipakai sebagai simbol prestise, kecepatan, dan gaya hidup—dengan cara yang berbeda-beda di setiap merek.






