Dinas Perhubungan Kota Tangerang memastikan seluruh bus mudik yang berangkat dari Terminal Poris Plawad wajib mengikuti ramp check sebelum diizinkan beroperasi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menjamin kendaraan yang membawa pemudik benar-benar memenuhi standar keselamatan, sekaligus memastikan sopir dan kernet berada dalam kondisi sehat selama arus mudik Lebaran 2026.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Tangerang, Maulana Arimatiar Damanik, menjelaskan bahwa kendaraan yang tidak lolos pemeriksaan tidak akan mendapat izin mengangkut penumpang. Jika dalam proses pemeriksaan juga ditemukan indikasi penyalahgunaan narkoba oleh pengemudi atau kru, maka tindakan tegas akan langsung diambil. Jadi bukan cuma busnya yang dicek, manusianya juga ikut disaring.
Ramp check mencakup pemeriksaan administrasi dan aspek teknis kendaraan. Petugas memeriksa lampu penerangan, sistem pengereman, kondisi ban, dimensi muatan, serta komponen lain yang berkaitan dengan kelayakan operasional. Fokus ini penting karena kendaraan antarkota yang bekerja dalam ritme mudik umumnya menempuh perjalanan jauh dengan penumpang penuh dan tekanan operasional yang tinggi.
Pemeriksaan dilakukan Pemkot Tangerang bersama tim gabungan dari Badan Pengelola Transportasi Daerah Banten dan Polres Metro Tangerang Kota. Sasaran utamanya adalah puluhan bus antarkota antarprovinsi yang beroperasi di Terminal Poris Plawad. Operasi ini dijadwalkan berlangsung dari 16 hingga 18 Maret 2026, dengan target 30 sampai 50 kendaraan diperiksa setiap harinya.
Menurut Maulana, langkah ini dilakukan agar seluruh armada yang beroperasi pada musim mudik benar-benar siap jalan dan tidak menimbulkan risiko tambahan di tengah lonjakan penumpang. Pemeriksaan berkala seperti ini juga menjadi bagian penting dari pencegahan kecelakaan, karena banyak masalah teknis kendaraan sebenarnya bisa terdeteksi sejak awal bila pengawasan dilakukan secara konsisten.
Kepala Terminal Poris Plawad, Alwin Suthena, menambahkan bahwa selain kendaraan, seluruh sopir dan kondektur juga diwajibkan menjalani tes kesehatan di posko layanan yang telah disediakan. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan para pengemudi cukup fit untuk membawa penumpang ke kota tujuan dengan aman. Dalam perjalanan mudik, rem yang sehat penting, tapi sopir yang tetap fokus tentu jauh lebih penting.
Ia juga mengimbau seluruh pengemudi bus agar menjaga kondisi tubuh dan memperhatikan kesiapan kendaraan masing-masing. Pesan ini dianggap relevan karena arus mudik tahun ini diperkirakan meningkat tajam. Pada puncak arus mudik, jumlah penumpang yang melalui Terminal Poris Plawad diproyeksikan menembus 2.000 orang per hari, jauh di atas hari biasa yang hanya sekitar 700 penumpang.
Peningkatan itu dipengaruhi oleh libur nasional, cuti bersama, serta kebijakan work from anywhere di sejumlah perusahaan yang membuat masa libur terasa lebih panjang. Dengan potensi lonjakan pemudik dan tingginya pergerakan bus AKAP setiap hari, Dishub Tangerang ingin memastikan satu hal dasar tetapi krusial: siapa pun yang berangkat dari Poris Plawad harus naik kendaraan yang layak, dikemudikan orang yang sehat, dan sampai tujuan dengan selamat.






