Pemerintah Amerika Serikat menyayangkan keputusan Vatikan untuk tidak bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza yang diinisiasi Presiden Donald Trump.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan bahwa perdamaian seharusnya tidak menjadi isu politis atau partisan.
Vatikan melalui Kardinal Pietro Parolin sebelumnya menyampaikan bahwa penyelesaian krisis global sebaiknya berada di bawah kerangka PBB.
Dewan Perdamaian tersebut direncanakan menggelar pertemuan perdana di Washington pada 19 Februari. Sekitar 50 negara diundang untuk bergabung.
Pemerintahan Trump berharap seluruh negara yang diundang dapat berpartisipasi. Dukungan internasional dianggap penting bagi legitimasi inisiatif ini.
Penolakan Vatikan menjadi sorotan karena Takhta Suci memiliki pengaruh moral di panggung global. Keputusan tersebut dinilai sebagai kehilangan dukungan simbolis.
Meski demikian, Gedung Putih menegaskan komitmen untuk tetap melanjutkan agenda perdamaian. Pemerintah AS optimistis negara lain akan hadir.
Perkembangan ini menambah dinamika diplomasi internasional terkait konflik Gaza. Respons berbagai pihak masih terus dinantikan.






