Iran Tinggalkan Sistem Satelit AS, Pilih Teknologi China Pengganti GPS

Avatar photo

- Penulis Berita

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teknologi China pengganti GPS

Teknologi China pengganti GPS

Ketegangan geopolitik yang terus meningkat memaksa Iran untuk mengambil langkah drastis dalam sektor teknologi navigasi. Baru-baru ini, Pemerintah Iran secara resmi mulai beralih dari sistem Global Positioning System (GPS) buatan Amerika Serikat. Sebagai gantinya, Teheran memutuskan untuk mengadopsi teknologi China pengganti GPS, yaitu sistem navigasi BeiDou.

Langkah ini bukan sekadar urusan teknis, melainkan strategi pertahanan kedaulatan digital. Iran menilai bahwa ketergantungan pada infrastruktur navigasi milik Amerika Serikat sangat berisiko terhadap keamanan nasional mereka. Terlebih lagi, akses GPS sering kali menjadi alat politik dan militer yang dapat diputus sewaktu-waktu oleh pihak Barat.

Alasan Iran Meninggalkan Sistem GPS Amerika Serikat

Sejak lama, GPS telah menjadi standar global untuk navigasi sipil maupun militer. Namun, ketergantungan ini membawa celah kerentanan bagi negara-negara yang berkonflik dengan Amerika Serikat.

Ancaman Pemutusan Akses dan “Spoofing”

Sistem GPS dikendalikan sepenuhnya oleh Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat. Jika terjadi konflik terbuka, pihak AS memiliki kemampuan untuk mengacak sinyal atau memutus akses di wilayah tertentu. Selain itu, teknik spoofing atau manipulasi lokasi sering kali menghantui operasional militer Iran di wilayah Teluk.

Kedaulatan Data dan Keamanan Nasional

Dengan beralih ke teknologi China pengganti GPS, Iran merasa lebih aman dalam mengelola data lokasi mereka. Kerjasama dengan Beijing dianggap lebih stabil karena kedua negara memiliki visi yang sama dalam menantang dominasi teknologi Barat. Hal ini membantu Iran untuk menjaga kerahasiaan pergerakan logistik dan infrastruktur vital mereka.

BeiDou, Teknologi China Pengganti GPS yang Lebih Canggih

China telah mengembangkan sistem navigasi satelit mereka sendiri yang bernama BeiDou Navigation Satellite System (BDS). Sistem ini kini menjadi pesaing utama GPS di pasar global, terutama bagi negara-negara di kawasan Asia dan Timur Tengah.

Keunggulan Sistem BeiDou bagi Iran

Sistem BeiDou menawarkan akurasi yang setara, bahkan di beberapa titik lebih presisi dibandingkan GPS lama. Teknologi ini menggunakan puluhan satelit yang mencakup seluruh permukaan bumi secara real-time. Selain itu, BeiDou memiliki fitur pesan singkat unik yang memungkinkan komunikasi dua arah antar perangkat satelit.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa Iran memilih BeiDou:

  • Akurasi Tinggi: Memberikan data lokasi hingga satuan sentimeter.

  • Kemandirian Teknologi: Tidak dapat diintervensi oleh kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

  • Integrasi Mudah: Teknologi China ini sangat kompatibel dengan berbagai perangkat telekomunikasi terbaru yang diproduksi di Asia.

Dampak Geopolitik Aliansi Teknologi Teheran-Beijing

Keputusan Iran untuk menggunakan teknologi China pengganti GPS memperkuat blok ekonomi dan pertahanan baru di wilayah Timur. Selain itu, langkah ini mempercepat proses de-Amerikanisasi di sektor teknologi strategis.

Banyak ahli menilai bahwa China sedang membangun “Jalan Sutra Digital”. Program ini bertujuan untuk memberikan bantuan infrastruktur teknologi kepada negara-negara mitra. Dengan demikian, pengaruh Amerika Serikat di wilayah Timur Tengah secara perlahan mulai tergerus oleh kehadiran inovasi dari Beijing.

Namun, transisi ini tentu tidak terjadi dalam semalam. Iran harus memperbarui berbagai infrastruktur domestik agar selaras dengan frekuensi sistem BeiDou. Pemerintah Iran optimistis bahwa investasi ini akan membawa stabilitas jangka panjang bagi ekonomi dan militer mereka.

Keputusan Iran untuk meninggalkan GPS demi teknologi China pengganti GPS adalah langkah besar menuju kemandirian digital. Dengan menggunakan sistem BeiDou, Iran berupaya melindungi diri dari ancaman sabotase teknologi oleh pihak luar. Fenomena ini menunjukkan bahwa dunia kini bergerak menuju sistem navigasi multipolar yang tidak lagi didominasi oleh satu negara saja.

Berita Terkait

9 Cara Hemat Kuota Internet di Windows 10 Biar Tidak Cepat Habis
AI untuk Pengembangan Pertanian, Transformasi Menuju Era Tani Cerdas
Dominasi Teknologi Drone dan Rudal dalam Transformasi Dunia Militer Modern
Keamanan Global Terancam Risiko Penggunaan Internet Satelit dan Starlink
Regulasi Ketat Pemerintah Dunia Bayangi Pesatnya Perkembangan Teknologi AI dan Digital
Senat AS Soroti Penggunaan Starlink di Wilayah Sensitif Asia Tenggara
Update Apple iOS 26.5 Beta Hadirkan Peningkatan Performa dan Tampilan Baru
Google Resmi Memulai Uji Coba Android 17 Versi Beta Awal

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 08:45 WIB

9 Cara Hemat Kuota Internet di Windows 10 Biar Tidak Cepat Habis

Minggu, 12 April 2026 - 11:59 WIB

AI untuk Pengembangan Pertanian, Transformasi Menuju Era Tani Cerdas

Minggu, 12 April 2026 - 02:11 WIB

Dominasi Teknologi Drone dan Rudal dalam Transformasi Dunia Militer Modern

Minggu, 12 April 2026 - 01:52 WIB

Keamanan Global Terancam Risiko Penggunaan Internet Satelit dan Starlink

Minggu, 12 April 2026 - 01:51 WIB

Regulasi Ketat Pemerintah Dunia Bayangi Pesatnya Perkembangan Teknologi AI dan Digital

Berita Terbaru

Isi Talak Ahmad Dhani

Berita

Ahmad Dhani Ungkap Isi SMS Talak 3 Maia Estianty

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:10 WIB

Nomor Induk Kependudukan Bansos

Nasional

Nomor Induk Kependudukan: Cara Cek Bansos Mei 2026 Terbaru

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:05 WIB