Upaya memperbaiki konektivitas warga desa di Sumatera Selatan mendapat sorotan setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan 57 Jembatan Merah Putih Presisi. Jembatan-jembatan tersebut dibangun jajaran Polda Sumsel bersama masyarakat untuk menjawab hambatan mobilitas di sejumlah titik yang selama ini sulit dilalui.
Peresmian dilakukan secara simbolis di sela kegiatan penanaman jagung serentak di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Sabtu (7/3/2026). Momentum ini menegaskan bahwa program keamanan dan program pemberdayaan bisa berjalan berdampingan ketika orientasinya sama: memudahkan hidup warga.
Kapolri mengapresiasi inisiatif Polda Sumsel yang membangun puluhan jembatan dengan dampak langsung, khususnya bagi anak-anak sekolah. Menurutnya, pembangunan seperti ini sejalan dengan arahan Presiden agar program pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan paling dekat dengan masyarakat.
“Terima kasih kepada Kapolda dan jajaran yang telah membangun 57 jembatan. Ini sejalan dengan arahan Presiden agar program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk mempermudah akses anak-anak menuju sekolah,” ujar Kapolri.
Salah satu contoh yang disebut adalah Jembatan Banyuasin di Desa Lalang Sembawa. Jembatan ini dinilai strategis karena memangkas jarak tempuh pelajar yang sebelumnya harus memutar cukup jauh untuk mencapai sekolah. Dalam kondisi tertentu, memutar jauh bukan hanya soal waktu, tetapi juga soal keselamatan.
Kapolri menekankan manfaatnya tidak berhenti pada urusan pendidikan. Akses yang lebih singkat berarti arus barang lebih lancar, biaya transportasi berkurang, dan aktivitas ekonomi desa bisa bergerak lebih cepat. Logikanya sederhana: jalan yang putus membuat peluang ikut “macet”.
Program 57 Jembatan Merah Putih Presisi juga diarahkan untuk menghubungkan wilayah yang sempat terisolasi. Selain memperlancar mobilitas harian, keberadaan jembatan membantu distribusi logistik, mempercepat pengangkutan hasil pertanian, dan membuka rute alternatif saat cuaca kurang bersahabat.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolri didampingi Wakil Menteri Pertanian Sudaryono serta Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani. Hadir pula Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho, dan Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis.
Peresmian ditandai penandatanganan prasasti. Pada kesempatan yang sama, Kapolri juga meresmikan fasilitas lain, yakni PAAKRI City Park serta renovasi Wisma Grand Kemala Polda Sumsel. Paket peresmian ini memperlihatkan fokus ganda: infrastruktur sosial untuk warga dan fasilitas pendukung pelayanan institusi.
Jika sebelumnya jembatan sering dipahami sebagai urusan dinas teknis semata, agenda ini menambah perspektif baru: jembatan adalah layanan publik yang efeknya terasa sampai ke bangku sekolah dan pasar desa. Bagi warga, hasil akhirnya bukan istilah program, tetapi waktu tempuh yang lebih singkat dan jalan pulang yang lebih aman.






