Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya menjaga kualitas industri otomotif nasional dengan memperketat aturan impor kendaraan murah. Kebijakan ini bertujuan mencegah pasar domestik dipenuhi mobil berharga rendah yang dinilai tidak memberikan kontribusi signifikan bagi ekonomi lokal.
Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Datuk Seri Johari Abdul Ghani menyampaikan bahwa kehadiran merek baru memang memberi pilihan lebih luas bagi konsumen. Namun, faktor kualitas, teknologi, dan dampak ekonomi harus tetap menjadi pertimbangan utama.
Pemerintah menilai penting memastikan kendaraan yang masuk bukan sekadar murah, tetapi juga memiliki standar teknis yang memadai. Langkah ini sekaligus mendukung pengembangan industri otomotif lokal agar tetap kompetitif.
Regulasi terbaru menetapkan kendaraan listrik impor utuh wajib memenuhi batas harga minimum sekitar 250.000 ringgit Malaysia serta spesifikasi tenaga gabungan tertentu. Ketentuan ini menggantikan aturan sebelumnya yang relatif lebih longgar.
Kendaraan yang telah mendapat persetujuan sebelum batas waktu tertentu masih diperbolehkan mengikuti kebijakan lama. Namun produsen didorong mempertimbangkan perakitan lokal sebagai solusi agar tetap kompetitif di pasar Malaysia.
Asosiasi otomotif Malaysia menyatakan terus berkoordinasi dengan pemerintah guna memastikan implementasi kebijakan berjalan seimbang. Fokus utamanya menjaga kepentingan industri nasional tanpa mengabaikan kebutuhan konsumen.
Kebijakan ini mencerminkan strategi Malaysia untuk mempertahankan kualitas pasar otomotif sekaligus mendorong investasi teknologi dalam negeri.






