Menjelang Lebaran 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi kembali menggulirkan program mudik gratis untuk Idulfitri 1447 Hijriah. Program ini diarahkan untuk membantu warga pulang kampung dengan pilihan transportasi yang lebih aman dibandingkan perjalanan jauh menggunakan sepeda motor.
Pelaksana kegiatan adalah Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi, dengan pendaftaran yang dibuka pada 19–28 Februari 2026. Berbeda dari beberapa tahun sebelumnya, proses pendaftaran tahun ini dilakukan secara online sehingga warga bisa mendaftar dari rumah melalui ponsel.
Link pendaftaran disediakan melalui alamat https://bit.ly/m/4rTucgO. Warga yang mendaftar cukup menyiapkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) yang menunjukkan domisili di Kota Cimahi. Setelah formulir online masuk, petugas akan melakukan verifikasi data sebelum memberikan konfirmasi lanjutan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang, menyampaikan bahwa informasi program sudah disebarkan ke kelurahan dan kecamatan. Skema online dipilih agar akses pendaftaran lebih mudah dan merata, tanpa perlu antre panjang di lokasi tertentu.
Dari sisi rute, mudik gratis Cimahi tahun ini menyiapkan dua jalur utama. Pertama, perjalanan Cimahi menuju Semarang dengan rute via Cirebon. Kedua, perjalanan Cimahi menuju Solo melalui Yogyakarta. Opsi ini ditujukan untuk menjangkau tujuan mudik yang banyak dipilih warga.
Keberangkatan para pemudik direncanakan dari Kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Demang Hardjakusumah. Panitia juga menyiapkan konsumsi ringan dan minum selama perjalanan agar pemudik tetap nyaman di perjalanan jarak jauh.
Kuota yang disediakan cukup besar, yakni 720 orang. Untuk melayani jumlah tersebut, disiapkan 15 bus. Ada ketentuan tambahan agar pembagian kursi lebih adil: maksimal per Kartu Keluarga (KK) adalah 4 orang. Untuk warga penyandang disabilitas, pendaftaran tetap diperbolehkan, namun wajib disertai pendamping.
Dari sisi tujuan kebijakan, program ini tidak hanya soal “gratis”. Pemkot Cimahi ingin mengurangi kebiasaan mudik dengan kendaraan roda dua yang dinilai lebih berisiko, terutama ketika arus mudik padat, cuaca berubah, atau jarak tempuh sangat panjang.
Di lapangan, proses seleksi peserta dilakukan melalui tahapan verifikasi. Artinya, tidak semua pendaftar otomatis mendapat kursi—peserta yang lolos persyaratan akan dihubungi untuk langkah berikutnya sesuai prosedur Dishub.
Bagi warga Cimahi yang berencana mudik, program ini bisa menjadi alternatif yang lebih aman, tertib, dan nyaman. Dengan sistem pendaftaran online, syarat yang sederhana, serta kuota 720 pemudik, Pemkot Cimahi berharap layanan publik ini benar-benar membantu masyarakat menyambut Idulfitri dengan perjalanan yang lebih tenang.






