Aturan baru di lingkungan program penerbangan luar angkasa membuka peluang dokumentasi misi yang lebih dekat dengan keseharian manusia. Dalam pernyataan yang dibagikan melalui platform X, Direktur NASA Jared Isaacman menyebut astronot akan diizinkan membawa smartphone dalam penerbangan menuju ruang angkasa, termasuk misi ke stasiun antariksa dan penerbangan menuju Bulan yang dijadwalkan dalam waktu dekat.
Menurut Isaacman, kebijakan ini dimaksudkan untuk memberi kru sarana yang lebih praktis dalam menangkap momen penting. Ia menekankan, perangkat tersebut dapat digunakan untuk merekam foto dan video yang bermakna bagi keluarga, sekaligus membantu membagikan cuplikan perjalanan yang bisa menginspirasi publik. Dalam unggahannya, ia menyebut ini sebagai langkah kecil yang dianggap “ke arah yang benar”, karena NASA mencoba memperbarui proses lama dan mempercepat sertifikasi perangkat keras modern agar relevan untuk kebutuhan misi saat ini.
Rencana penerapan kebijakan tersebut dikaitkan dengan beberapa penerbangan yang jadwalnya sudah beredar. Kru yang direncanakan berangkat ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 11 Februari disebut akan termasuk dalam gelombang awal, bersamaan dengan misi Artemis 2 yang dijadwalkan melintas di sekitar Bulan pada bulan Maret. Jika benar terlaksana, Artemis 2 berpotensi menjadi misi yang mencatat sejarah tersendiri karena membawa perangkat konsumen modern ke lingkungan bulan, sesuatu yang belum terjadi pada era program Apollo puluhan tahun lalu.
Perbandingan teknologi juga menjadi sorotan dalam pembahasan kebijakan ini. Disebutkan bahwa smartphone modern memiliki kemampuan komputasi yang jauh melampaui komputer pandu yang digunakan pada misi Apollo. Selain itu, perangkat sehari-hari yang dikenal publik saat ini turut memanfaatkan berbagai teknologi yang pernah diuji dan dikembangkan untuk kebutuhan luar angkasa, seperti sensor gambar CMOS dan sistem navigasi yang terus berkembang.
Meski demikian, smartphone bukan benda baru sepenuhnya di luar angkasa, karena beberapa misi swasta sebelumnya juga sudah memberi ruang untuk penggunaan perangkat ini dalam kebutuhan tertentu. Isaacman sendiri disebut memiliki pengalaman dalam misi swasta dan aktivitas luar wahana, yang dinilai memberi perspektif praktis saat mendorong pembaruan aturan di NASA. Dengan kebijakan terbaru ini, dokumentasi misi ke orbit dan Bulan berpeluang terasa lebih “manusiawi”, lebih dekat, dan lebih mudah dibagikan kepada dunia.






