Pelantikan kepengurusan Gerakan Pramuka Kabupaten Pangandaran untuk masa bakti 2026–2031 resmi digelar di Pendopo Bupati Pangandaran, Parigi, pada Kamis, 26 Februari 2026. Agenda ini menjadi momentum penting karena tidak hanya mengesahkan struktur organisasi, tetapi juga menegaskan arah pembinaan generasi muda di daerah.
Prosesi pelantikan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami dilantik sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab), sementara Soleh Supriadi dipercaya memimpin Kwartir Cabang (Kwarcab) Pangandaran.
Pelantikan pengurus Mabicab, Kwarcab, dan Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Pramuka ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan. Dengan struktur baru yang telah resmi bekerja, peran Pramuka diharapkan semakin terarah dalam mendukung program pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Herman Suryatman menekankan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendorong Gerakan Pramuka Pangandaran agar lebih aktif dan berkontribusi nyata. Menurutnya, organisasi kepanduan memiliki posisi penting dalam membantu pemerintah menyiapkan generasi muda yang berkarakter, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Pernyataan tersebut sejalan dengan pandangan Ketua Mabicab Pangandaran, Citra Pitriyami. Ia menyebut Pramuka sebagai wadah pembinaan yang efektif untuk membentuk karakter, menanamkan disiplin, serta melatih jiwa kepemimpinan sejak usia dini.
Artinya, pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial pergantian kepengurusan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi titik awal penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan Pramuka dalam membina anak-anak dan remaja melalui program yang berdampak langsung.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan kegiatan penghijauan di kawasan Pantai Pangandaran. Para peserta melakukan penanaman tunas kelapa sebagai simbol keberlanjutan gerakan dan komitmen menjaga lingkungan hidup.
Aksi tanam tersebut juga memperlihatkan bahwa Pramuka tidak hanya fokus pada pembinaan internal, tetapi turut hadir dalam upaya pelestarian alam dan kontribusi sosial. Semangat itu ditegaskan melalui jargon “Pancawaluya, Ngajatidiri! Pramuka Jawa Barat, Istimewa!” sebagai penguat tekad untuk menghadirkan Pramuka Pangandaran yang lebih maju, berkarakter, dan bermanfaat bagi masyarakat.






