Polda Jawa Barat memastikan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dijalankan dengan persiapan menyeluruh melalui Operasi Ketupat Lodaya. Fokusnya bukan hanya kelancaran lalu lintas, tetapi juga pelayanan yang lebih ramah bagi pemudik lewat inovasi baru bernama Motor Senyum.
Kesiapan itu disampaikan di Pos Terpadu Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, pada Minggu, 15 Maret 2026. Di lokasi tersebut, jajaran kepolisian menegaskan bahwa pengamanan musim mudik tahun ini disusun berlapis, mulai dari tahap pencegahan gangguan kamtibmas hingga rekayasa arus kendaraan di lapangan.
Karo Ops Polda Jabar Kombes Laode Aries El Fathar menjelaskan, sebelum Operasi Ketupat digelar, polisi lebih dulu menjalankan Operasi Keselamatan dan Operasi Pekat. Langkah awal itu dilakukan untuk membangun kondisi yang lebih tertib, memberi edukasi kepada masyarakat, serta menekan potensi gangguan sosial yang bisa memengaruhi keamanan perjalanan.
Menurut Laode, strategi utama Polda Jabar adalah menciptakan situasi aman sejak awal hingga akhir masa mudik. Pendekatan ini ditujukan agar masyarakat yang melintas di Jawa Barat, maupun yang memang pulang kampung ke wilayah tersebut, bisa menjalankan perjalanan dengan rasa aman dan nyaman.
Di sisi lalu lintas, Dirlantas Polda Jabar Kombes Raydian Kokrosono mengatakan semua skenario rekayasa jalan telah disiapkan untuk jalur tol, jalur arteri, hingga kawasan wisata. Persiapan itu tidak dibuat dadakan, melainkan melalui latihan dan koordinasi intensif bersama Korlantas Polri agar setiap potensi kepadatan bisa diantisipasi lebih cepat.
Yang menarik, perhatian publik tahun ini juga tertuju pada peluncuran Motor Senyum. Program itu disiapkan di seluruh Polres jajaran sebagai layanan cepat di lapangan bagi pemudik yang menghadapi kendala perjalanan. Sesuai namanya, layanan ini diharapkan tidak sekadar hadir untuk membantu, tetapi juga membawa pendekatan yang lebih humanis.
Raydian menyebut Motor Senyum menjadi bentuk pelayanan yang ingin menghadirkan rasa tenang selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah. Kalau biasanya orang panik saat kendaraan bermasalah di tengah perjalanan, polisi ingin hadir bukan dengan wajah tegang seperti pengawas ujian, melainkan dengan respons cepat yang membuat pemudik merasa dibantu, bukan dihakimi.
Lewat kombinasi kesiapan personel, rekayasa lalu lintas yang matang, dan inovasi pelayanan seperti Motor Senyum, Polda Jabar berharap angka kecelakaan dapat ditekan. Target besarnya sederhana tetapi penting: setiap pemudik sampai di rumah dengan selamat, lalu pulang membawa cerita bahagia, bukan drama perjalanan yang bikin grup keluarga heboh seminggu penuh.






