Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permohonan maaf kepada Perdana Menteri Australia Anthony Albanese karena tidak sempat menyambut langsung saat kedatangannya di Jakarta. Kepala negara menjelaskan dirinya sedang menjalankan agenda resmi di Istana saat kunjungan tersebut berlangsung.
Pertemuan kedua pemimpin berlangsung di Istana Merdeka dengan suasana hangat. Albanese menyatakan memahami kondisi tersebut dan tetap mengapresiasi sambutan yang diberikan pemerintah Indonesia.
Kunjungan ini menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia. Albanese menilai kedekatan kedua negara terus berkembang dan memiliki nilai strategis.
Ia juga menyebut kunjungan kali ini relatif singkat, namun memiliki arti penting bagi kerja sama di berbagai bidang, termasuk ekonomi, pertahanan, dan diplomasi regional.
Penyambutan resmi di Istana dihadiri sejumlah pejabat kabinet Indonesia serta delegasi Australia. Agenda tersebut menegaskan komitmen kedua negara untuk mempererat hubungan diplomatik.
Pemerintah Indonesia berharap komunikasi intensif antara kedua negara dapat terus memperkuat stabilitas kawasan serta kerja sama strategis di masa depan.






