Satpol PP DKI Jakarta memulai inisiatif bedah rumah sebagai bentuk kepedulian sosial. Program ini menjadi langkah awal mengubah citra penegak perda menjadi lebih humanis.
Rumah Masat di Kapuk, Cengkareng, menjadi proyek pertama. Hunian berukuran sempit dan tak layak itu akan direnovasi melalui dana urunan anggota.
Tiga kepala keluarga dengan delapan jiwa menghuni bangunan tersebut. Kondisi atap bocor dan instalasi listrik tak standar memperburuk keadaan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menghadiri peletakan batu pertama. Ia menilai program ini sebagai bentuk kolaborasi sosial.
Data BPS menunjukkan akses hunian layak di Jakarta masih rendah. Upaya perbaikan kualitas rumah menjadi bagian strategi pengentasan kemiskinan.
Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan menyatakan program ini akan dilakukan rutin setiap bulan. Sasaran ditentukan melalui pemantauan lapangan.
Bedah rumah bukan sekadar renovasi fisik, melainkan menghadirkan harapan baru bagi warga. Hunian layak diyakini meningkatkan kesejahteraan.
Langkah ini memperlihatkan bahwa Satpol PP tak hanya hadir saat razia, tetapi juga membawa misi kemanusiaan di tengah masyarakat.






