Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyiapkan layanan rest area yang aktif 24 jam selama arus mudik Lebaran 2026. Fasilitas singgah ini ditempatkan di UPT Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) dan dirancang untuk membantu pemudik beristirahat dengan aman sekaligus menjaga kondisi tubuh tetap prima.
Dinas Perhubungan Bojonegoro menyatakan pelayanan dilakukan dengan sistem pembagian shift petugas. Pola ini memastikan tempat singgah tetap beroperasi siang-malam, terutama bagi pemudik jarak jauh yang rawan kelelahan dan butuh rehat tanpa harus “memaksa badan kuat” sampai tujuan.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Bojonegoro, Evie Octavia Marini, menjelaskan rest area dilengkapi beragam fasilitas. Di lokasi tersedia ruang istirahat, layanan kesehatan, pijat gratis dari Dinas Kesehatan, serta makanan-minuman dan snack gratis yang bisa dinikmati pemudik.
Menurut Evie, konsep rest area ini bukan sekadar tempat berhenti, tetapi pos layanan yang proaktif. Tujuannya membantu pemudik menjaga kebugaran dan mengurangi risiko kecelakaan akibat mengantuk atau kondisi fisik menurun saat berkendara.
Laporan petugas lapangan menunjukkan fasilitas sudah dimanfaatkan pemudik dari berbagai rute. Pada Jumat (20/3/2026) shift pagi, rombongan pemudik dari Denpasar, Bali menuju Blora singgah menggunakan kendaraan roda empat. Salah satu penumpang dilaporkan dalam kondisi sakit dan langsung mendapat penanganan tim kesehatan di lokasi.
Hari-hari sebelumnya juga tercatat pemudik dari Sulawesi Selatan dengan tujuan Magelang, lalu pemudik dari Jakarta menuju Jember, serta beberapa rute lain yang memanfaatkan layanan. Ragam asal dan tujuan menunjukkan Bojonegoro menjadi salah satu lintasan strategis pemudik dari berbagai daerah.
Evie menambahkan, sejumlah pemudik menyampaikan apresiasi karena terbantu fasilitas kesehatan, tempat istirahat, serta konsumsi ringan yang disediakan. Bagi mereka, layanan ini terasa sebagai “titik napas” di tengah perjalanan panjang yang melelahkan.
Pemkab Bojonegoro juga mengimbau pemudik untuk tidak ragu berhenti ketika merasa lelah. Rest area yang tersedia diharapkan menjadi pilihan singgah yang aman, nyaman, dan terorganisir agar pemudik bisa melanjutkan perjalanan dengan kondisi lebih fit.
Dalam konteks mudik, keputusan paling bijak kadang bukan menambah kecepatan, tapi menambah jeda. Karena sampai tujuan dengan selamat itu jauh lebih keren daripada sampai cepat tapi badan seperti “update error”.






