Penerbangan perdana rute Bandung–Yogyakarta International Airport (YIA) yang dilayani Wings Air resmi mengudara dari Bandara Husein Sastranegara. Penerbangan awal ini membawa 22 penumpang dan disebut akan beroperasi setiap hari sebagai langkah awal menghidupkan kembali konektivitas udara Kota Bandung.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan penerbangan harian tersebut diharapkan bisa menangkap permintaan masyarakat yang kembali meningkat untuk terbang dari Husein Sastranegara ke berbagai tujuan. Menurutnya, kelanjutan penambahan rute akan bergantung pada keputusan operator penerbangan dan perizinan dari Kementerian Perhubungan.
Farhan menjelaskan, saat ini operasional Bandara Husein masih mengikuti ketentuan pemerintah pusat, yakni melayani pesawat baling-baling (propeller) dengan rute di dalam Pulau Jawa. Meski demikian, ia menilai kesiapan teknis dan operasional bandara sudah memadai.
Ia juga menyebut pembenahan akses dan kelancaran lalu lintas sekitar bandara menjadi faktor penting, termasuk rampungnya Jalan Layang Nurtanio yang mendukung kawasan bandara sebagai kawasan TOD.
Farhan mengingatkan potensi Bandara Husein pernah sangat besar. Pada 2019 sebelum pandemi, bandara ini mencatat sekitar 3,8 juta penumpang per tahun, dengan sebagian di antaranya merupakan penumpang internasional. Namun pada periode setelahnya, jumlah penumpang bulanan masih jauh lebih rendah sehingga masih diperlukan kerja besar untuk memulihkan ekosistem penerbangan.
Pemkot Bandung berharap rute-rute lama dapat kembali dibuka, termasuk sejumlah tujuan domestik dan rute internasional yang pernah melayani Singapura, Kuala Lumpur, dan Johor. “Tugas kami adalah menghidupkan dan menjaga ekosistem. Kalau ekosistemnya hidup, investor swasta akan masuk,” ujar Farhan.
Sementara itu, General Manager Angkasa Pura Indonesia Bandara Husein Sastranegara, Granito Wahyu, menyampaikan optimisme terhadap kebangkitan bandara. Ia berharap konektivitas Kota Bandung dan Jawa Barat dapat meningkat dan ke depan bandara bisa melayani pesawat yang lebih besar sehingga berdampak pada pariwisata serta nilai ekonomi bagi masyarakat.






