Penjualan Tesla di Eropa mulai menunjukkan sinyal pemulihan pada awal 2026 setelah mengalami penurunan yang cukup panjang. Data pendaftaran kendaraan terbaru pada Februari mengindikasikan merek mobil listrik asal Amerika Serikat itu perlahan mendapatkan kembali momentum di sejumlah pasar utama.
Peningkatan terlihat di beberapa negara dengan pertumbuhan yang cukup menonjol. Di Prancis, pendaftaran kendaraan Tesla dilaporkan naik sekitar 55 persen secara tahunan, sementara di Portugal kenaikannya bahkan lebih dari dua kali lipat dibanding Februari 2024.
Tren positif juga muncul di Spanyol, Norwegia, dan Belgia. Spanyol mencatat kenaikan 74 persen, Norwegia 32 persen, dan Belgia 14 persen. Angka-angka ini memperlihatkan bahwa minat terhadap Tesla mulai pulih di sebagian wilayah Eropa.
Meski demikian, pemulihan belum terjadi merata. Sejumlah negara masih mencatat penurunan, seperti Belanda yang turun 45 persen, Denmark 18 persen, dan Italia 7 persen. Artinya, Tesla masih menghadapi dinamika pasar yang berbeda-beda di setiap negara.
Pelaku industri juga menunggu data dari Inggris dan Jerman, dua pasar mobil terbesar di Eropa, untuk melihat gambaran yang lebih lengkap. Hasil dari kedua negara itu akan sangat menentukan apakah rebound Tesla benar-benar kuat atau hanya perbaikan sementara.
Sebelumnya, Tesla mengalami tekanan besar sepanjang 2025 dengan penurunan penjualan sekitar 27 persen di Eropa. Persaingan yang semakin sengit dari merek-merek China, ditambah persepsi terhadap portofolio produk yang kurang segar, disebut menjadi faktor utama pelemahan tersebut.
Kontroversi terkait pandangan politik CEO Elon Musk juga ikut disebut sebagai faktor yang memengaruhi citra merek di beberapa pasar. Dalam kondisi itu, Tesla berupaya menahan tekanan dengan meluncurkan versi lebih terjangkau dari Model Y dan Model 3 di AS maupun Eropa.
Versi berbiaya lebih rendah tersebut mulai dikirim ke konsumen pada akhir 2025 sebagai strategi untuk memperluas basis pembeli saat harga kendaraan meningkat dan insentif pajak kendaraan listrik di sejumlah pasar mulai berkurang. Langkah ini dinilai membantu membangun kembali daya tarik Tesla.
Walau ada tanda pemulihan, pangsa pasar Tesla di kawasan Uni Eropa, Inggris, dan EFTA masih menyusut menjadi sekitar 0,8 persen pada Januari, turun dari 1 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini jauh di bawah level puncak beberapa tahun lalu.
Karena itu, sinyal rebound Februari tetap perlu dibaca hati-hati. Tesla memang mulai bergerak naik, tetapi jalan untuk merebut kembali posisi dominan di pasar Eropa yang sangat kompetitif masih panjang dan menuntut inovasi produk serta strategi yang lebih agresif.






