Honda bersiap mengambil langkah yang cukup tidak biasa: menjual mobil “Made in USA” di pasar Jepang. Rencana ini disebut akan mulai berjalan pada paruh kedua 2026, setelah Jepang menyederhanakan proses sertifikasi untuk mobil buatan Amerika Serikat melalui mekanisme yang lebih ringkas.
Dalam skema tersebut, Honda dikabarkan akan mengimpor dua model dari pabrik AS untuk dipasarkan di Jepang. Pertama adalah SUV Honda Passport TrailSport, lalu sebuah liftback Acura Integra 5 pintu dari merek premium Acura. Keduanya diproyeksikan hadir dengan konfigurasi yang tetap seperti versi di pasar Amerika.
Masuknya Integra ke Jepang menjadi perhatian tersendiri, karena ini diposisikan sebagai peluncuran resmi Acura pertama di “rumah” Honda. Varian yang dibawa disebut mengarah pada lini performa tinggi Acura Integra Type S, sehingga menawarkan opsi baru bagi konsumen Jepang yang mencari karakter sporty.
Untuk Passport TrailSport Elite, Honda menyoroti mesin 3.5L dan format 5-seater. Model ini diproduksi di Alabama, sementara Integra dibuat di Ohio. Dengan kata lain, Honda bukan sekadar impor simbolik, melainkan membawa produk berukuran besar dan bertenaga yang identik dengan selera pasar Amerika.
Latar kebijakannya terkait perjanjian tarif Jepang-AS yang disepakati tahun lalu. Pada Februari 2026, Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang membentuk mekanisme khusus yang memungkinkan sertifikasi keselamatan kendaraan AS cukup melalui peninjauan dokumen, sehingga prosesnya lebih sederhana.
Honda menyatakan akan memanfaatkan “lingkungan impor” yang lebih ramah ini untuk memasukkan model-model high-end ke jaringan dealer domestik. Strateginya, memperluas portofolio kendaraan besar dan mewah di Jepang—pasar yang selama ini kuat di segmen kompak dan kei car.
Yang menarik, Honda tidak hanya menyiapkan jalur impor dari Amerika. Perusahaan juga mengumumkan akan meluncurkan model listrik baru bernama Honda Insight di Jepang pada kuartal pertama 2026. Model ini berbasis Honda e:NS2 dan disesuaikan agar memenuhi standar Jepang.
Di sini muncul detail penting: e:NS2 diproduksi di China oleh perusahaan patungan Dongfeng Honda. Artinya, untuk pertama kalinya, Honda akan mengimpor dan menjual mobil listrik buatan China di pasar domestiknya. Langkah ini juga dipandang dapat membantu meningkatkan tingkat operasi pabrik Honda di China lewat ekspor.
Secara historis, nama Insight bukan barang baru bagi Honda. Generasi pertama Insight hadir pada 1999, sedangkan generasi ketiganya dihentikan pada 2022. Dengan menghidupkan kembali nama tersebut untuk sebuah EV, Honda seperti “meminjam nostalgia” untuk mengantarkan arah baru.
Jika digabung, strategi Honda terlihat dua jalur sekaligus: membawa model besar buatan AS untuk mengisi ceruk kendaraan high-end, dan membawa EV buatan China untuk mempercepat agenda elektrifikasi. Bagi konsumen Jepang, pilihan makin beragam—dari yang berotot ala Amerika sampai yang senyap ala EV modern.
Kesimpulannya, 2026 menjadi tahun uji coba identitas global Honda di pasar domestik. Jepang mungkin tetap identik dengan mobil ringkas, tetapi Honda tampaknya ingin membuktikan bahwa “produk impor” juga bisa punya tempat—asal aturan dipermudah dan permintaan dikelola dengan cermat.






