Minat konsumen Jerman terhadap mobil listrik Tesla disebut makin menurun, bahkan sebelum mereka benar-benar masuk tahap “bandingkan model” untuk membeli kendaraan listrik murni. Dalam sebuah laporan yang merangkum temuan survei di Jerman, banyak responden mengaku tidak menempatkan Tesla sebagai pilihan utama, meski pabrikan asal Amerika Serikat itu punya pabrik besar di Berlin dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Hasil riset yang dikaitkan dengan Institut Ekonomi Jerman menunjukkan sinyal yang tegas: lebih dari tiga perempat responden menilai membeli Tesla “tidak terpikirkan”. Rinciannya, sebagian besar berada pada kelompok “kemungkinan besar tidak akan membeli”, disusul kelompok yang menyatakan “tidak akan membeli sama sekali”. Angka tersebut ikut dibaca sebagai penjelas mengapa daya tarik Tesla di Eropa melandai pada periode sebelumnya, termasuk ketika penjualan kendaraan merek itu disebut melemah.
Namun, penurunan minat terhadap Tesla tidak otomatis berarti pasar Jerman menolak kendaraan listrik. Dalam survei yang sama, responden justru terlihat lebih terbuka untuk mobil listrik dari merek domestik. Gambaran pasar juga menunjukkan porsi penjualan mobil baru berpenggerak listrik di Jerman sudah cukup signifikan pada 2025, dan ada kelompok responden yang mengatakan akan mempertimbangkan mobil listrik bermerek Jerman di masa depan.
Menariknya, faktor yang paling sering disebut sebagai pemicu “jarak emosional” dengan Tesla bukan semata soal produk, melainkan persepsi publik terhadap CEO Tesla, Elon Musk. Sikap politik yang kontroversial, relasi Musk dengan Presiden AS Donald Trump, hingga isu turunan seperti kebijakan tarif, dikatakan membuat sebagian konsumen Jerman kehilangan simpati. Di tengah kompetisi kendaraan listrik yang semakin ketat, sentimen terhadap merek—selain aspek teknis seperti perangkat lunak dan kecepatan pengisian—ternyata ikut memengaruhi keputusan pembelian.






