Survei: Banyak Warga Jerman Coret Tesla dari Daftar Mobil Listrik, Faktor Musk Disorot

Avatar photo

- Penulis Berita

Selasa, 10 Februari 2026 - 18:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tesla

Tesla

Minat konsumen Jerman terhadap mobil listrik Tesla disebut makin menurun, bahkan sebelum mereka benar-benar masuk tahap “bandingkan model” untuk membeli kendaraan listrik murni. Dalam sebuah laporan yang merangkum temuan survei di Jerman, banyak responden mengaku tidak menempatkan Tesla sebagai pilihan utama, meski pabrikan asal Amerika Serikat itu punya pabrik besar di Berlin dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Hasil riset yang dikaitkan dengan Institut Ekonomi Jerman menunjukkan sinyal yang tegas: lebih dari tiga perempat responden menilai membeli Tesla “tidak terpikirkan”. Rinciannya, sebagian besar berada pada kelompok “kemungkinan besar tidak akan membeli”, disusul kelompok yang menyatakan “tidak akan membeli sama sekali”. Angka tersebut ikut dibaca sebagai penjelas mengapa daya tarik Tesla di Eropa melandai pada periode sebelumnya, termasuk ketika penjualan kendaraan merek itu disebut melemah.

Namun, penurunan minat terhadap Tesla tidak otomatis berarti pasar Jerman menolak kendaraan listrik. Dalam survei yang sama, responden justru terlihat lebih terbuka untuk mobil listrik dari merek domestik. Gambaran pasar juga menunjukkan porsi penjualan mobil baru berpenggerak listrik di Jerman sudah cukup signifikan pada 2025, dan ada kelompok responden yang mengatakan akan mempertimbangkan mobil listrik bermerek Jerman di masa depan.

Menariknya, faktor yang paling sering disebut sebagai pemicu “jarak emosional” dengan Tesla bukan semata soal produk, melainkan persepsi publik terhadap CEO Tesla, Elon Musk. Sikap politik yang kontroversial, relasi Musk dengan Presiden AS Donald Trump, hingga isu turunan seperti kebijakan tarif, dikatakan membuat sebagian konsumen Jerman kehilangan simpati. Di tengah kompetisi kendaraan listrik yang semakin ketat, sentimen terhadap merek—selain aspek teknis seperti perangkat lunak dan kecepatan pengisian—ternyata ikut memengaruhi keputusan pembelian.

Berita Terkait

BYD Dolphin 2026 Resmi di Vietnam, Harga Turun Jauh dan Jarak Tempuh Naik
Toyota bZ7 Meledak di China, Sedan Listrik Murah Banjir Ribuan Pesanan
Mercedes-Benz Gandeng Samsung SDI, Kontrak Baterai Rp6,8 Miliar Perkuat Strategi EV
Polytron Resmi Jadi Official Car Partner Indonesia Open 2026, Hadirkan Mobil Listrik G3
Tips Menjaga Interior Mobil Tetap Bersih dan Bebas Bau
Biaya Penggunaan Mobil Listrik dan Konvensional
Mudik dengan Lexus LM 350h, Menikmati Perjalanan Pulang Kampung ala Sultan
MG4 Urban dengan Baterai Semi Padat Segera Masuk Dealer Eropa

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 08:44 WIB

BYD Dolphin 2026 Resmi di Vietnam, Harga Turun Jauh dan Jarak Tempuh Naik

Selasa, 21 April 2026 - 08:44 WIB

Toyota bZ7 Meledak di China, Sedan Listrik Murah Banjir Ribuan Pesanan

Selasa, 21 April 2026 - 08:44 WIB

Mercedes-Benz Gandeng Samsung SDI, Kontrak Baterai Rp6,8 Miliar Perkuat Strategi EV

Rabu, 15 April 2026 - 20:27 WIB

Polytron Resmi Jadi Official Car Partner Indonesia Open 2026, Hadirkan Mobil Listrik G3

Minggu, 12 April 2026 - 11:40 WIB

Tips Menjaga Interior Mobil Tetap Bersih dan Bebas Bau

Berita Terbaru

Isi Talak Ahmad Dhani

Berita

Ahmad Dhani Ungkap Isi SMS Talak 3 Maia Estianty

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:10 WIB

Nomor Induk Kependudukan Bansos

Nasional

Nomor Induk Kependudukan: Cara Cek Bansos Mei 2026 Terbaru

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:05 WIB