Honda melaporkan penurunan tajam laba pada kuartal fiskal ketiga (Oktober–Desember 2025). Laba operasi periode tersebut tercatat 153,4 miliar yen, turun 61,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hasil ini juga disebut berada di bawah perkiraan rata-rata analis.
Perusahaan menyebut tekanan datang dari dampak tarif di Amerika Serikat serta biaya restrukturisasi terkait kendaraan listrik (EV). Di saat yang sama, permintaan EV global disebut melambat, terutama di pasar Amerika Utara.
Honda menilai pasar EV di Amerika Utara bergeser ke kondisi “sangat negatif” seiring berkurangnya insentif dan menurunnya permintaan. Konsumen cenderung beralih ke model yang lebih terjangkau, termasuk kendaraan hibrida yang selama ini kuat di pasar. Honda juga menyampaikan bahwa biaya terkait EV, termasuk penyesuaian nilai aset, ikut menekan kinerja bisnis otomotif dalam periode beberapa bulan terakhir.
Wakil Presiden Eksekutif Noriya Kaihara menyatakan tantangan perusahaan saat ini adalah membangun struktur operasi yang lebih ramping dan fleksibel untuk merespons perubahan lingkungan bisnis. Di Amerika Serikat, Honda saat ini hanya memasarkan satu model listrik murni, Honda Prologue, sementara perusahaan juga menekankan penguatan teknologi hibrida di berbagai model lain.
Amerika Serikat tetap menjadi pasar terbesar Honda, menyumbang lebih dari 40% dari total penjualan global pada periode yang dilaporkan. Honda menyebut dampak tarif AS memangkas hasil bisnis secara signifikan.
Di China, Honda juga menghadapi tantangan biaya dan persaingan, di tengah percepatan elektrifikasi dan kompetisi dari produsen lokal yang agresif dalam harga maupun perangkat lunak. Honda mengakui perlu meningkatkan daya saing melalui restrukturisasi strategi bisnis yang lebih mendasar.
Meski segmen otomotif tertekan, bisnis sepeda motor Honda disebut masih kuat di sejumlah pasar dan membantu menahan dampak penurunan. Honda pun mempertahankan proyeksi laba operasi setahun penuh di kisaran 550 miliar yen, meski mengakui masih ada risiko penurunan terkait kerugian di sektor EV di AS.






