Kei-car selalu identik dengan mobil mungil yang lincah di kota-kota Jepang: bodinya ringkas, kabinnya dibuat seefisien mungkin, dan fiturnya fokus pada kebutuhan harian. Menariknya, tahun ini BYD disebut siap ikut meramaikan kelas paling “ramai” tersebut lewat model bernama BYD Racco—dan bocoran terbaru justru datang dari sisi yang paling sering dicari calon pembeli: interiornya.
Kabar yang beredar menyebutkan BYD Racco akan dipasarkan pada 2026 ini, dengan estimasi harga sekitar 2,5 juta yen. Angka itu menempatkannya tepat di arena persaingan mobil perkotaan kompak, yang selama ini didominasi merek Jepang. Kemunculan detail kabin jelang peluncuran resmi pun dianggap sebagai sinyal bahwa debutnya tinggal menunggu waktu.
Dari tampilan kokpit, Racco membawa pendekatan modern: layar sentuh model mengambang menjadi pusat kontrol, dipadukan dengan cluster instrumen LCD. Namun, BYD tidak sepenuhnya meninggalkan tombol fisik—sejumlah sakelar masih tersedia, terutama untuk pengaturan penting seperti pendingin udara, sehingga pengguna tidak harus selalu “mengulik” menu layar ketika berkendara.
Kepraktisan khas kei-car juga terlihat dari banyaknya kompartemen penyimpanan. Di kabin tersedia ruang simpan besar dan kecil yang tersebar di beberapa titik, termasuk area dekat konsol dan dasbor. Untuk kebutuhan perangkat sehari-hari, mobil ini disebut menyediakan port pengisian 12V serta port USB untuk gawai.
Sisi ergonomi punya gaya yang agak berbeda dibanding mobil penumpang biasa: terdapat tuas pemilih posisi transmisi/nomor yang ditempatkan di dasbor. Jarak antara dua kursi depan disebut tidak terlalu lebar, tetapi ada ekspektasi hadirnya sandaran tangan kecil agar posisi berkendara tetap nyaman untuk perjalanan kota.
Karena format kei-car mengutamakan visibilitas, Racco membawa kaca depan yang lebih tegak (vertikal) sehingga pandangan ke depan terasa lega. Setir tiga palang ikut diberi tombol fungsi agar kontrol dasar bisa dilakukan tanpa melepas tangan. Fitur kenyamanan yang disebut hadir antara lain tirai/kerai, jendela listrik, kaca spion elektrik, hingga pemanas di kursi depan—fitur yang cukup relevan untuk musim dingin.
Untuk baris kedua, BYD belum merilis foto resmi. Meski begitu, dari gambar yang beredar, konfigurasi belakangnya mengarah ke dua kursi dengan sandaran kepala yang dapat disesuaikan. Keunggulan lain yang sering dicari keluarga muda di kota adalah pintu geser di kedua sisi, yang memudahkan keluar-masuk saat parkir di ruang sempit.
Secara ukuran, BYD Racco dilaporkan memiliki dimensi 3.395 x 1.475 x 1.800 mm (panjang x lebar x tinggi). Motor listrik dipasang di poros depan dengan tenaga maksimum sekitar 27 hp. Paket baterai LFP yang disuplai FinDreams diklaim mampu memberi jarak tempuh hingga 180 km dalam siklus WLTC, sekaligus mendukung pengisian cepat DC sampai 100 kW.
Masuknya Racco ke Jepang juga menarik karena pasar kei-car dikenal sangat menguntungkan. Tahun lalu saja, penjualan kei-car disebut menembus lebih dari 1,66 juta unit, dengan Honda N-Box sebagai model terlaris. Jika BYD mampu menawarkan kabin praktis, biaya operasional efisien, dan pengisian yang cepat, Racco berpotensi menjadi “pendatang baru” yang mengganggu peta lama di segmen ini.






