Libur musim semi 2026 yang berlangsung hingga 9 hari membuat banyak keluarga memilih perjalanan mandiri. Mengemudi sendiri dianggap lebih fleksibel dan hemat, apalagi jika tujuan utamanya adalah dataran tinggi dengan suasana khas awal tahun.
Nama-nama seperti Sapa, Y Ty, Moc Chau, hingga Ban Doc Waterfall sering masuk daftar incaran. Namun, rute menuju kawasan pegunungan biasanya menuntut persiapan ekstra, terutama untuk pengemudi yang jarang menghadapi jalan sempit, menanjak, dan berkelok.
Contohnya, sekelompok enam teman dari Hung Yen sempat merencanakan perjalanan sekitar tiga hari ke Y Ty. Mereka menyiapkan perlengkapan perjalanan, tetapi satu hal yang ditekankan bersama adalah memastikan kendaraan dicek menyeluruh sehari sebelum berangkat—bukan sekadar isi bensin.
Hal serupa dirasakan Nguyen Van Dong dari Hanoi yang bercerita akan berkendara ke wilayah barat laut sejak hari kedua Tet. Ia mengaku antusias, tetapi juga sedikit tegang karena harus menempuh jarak jauh di jalur yang asing, termasuk kemungkinan melewati rute-rute menantang seperti Cat Vac, Dong Van, atau Lo Lo Chai.
Pengemudi berpengalaman biasanya memulai dari hal paling dasar: cek kondisi kendaraan. Rem, kondisi ban, lampu, serta sistem wiper wajib dipastikan bekerja baik. Untuk mobil, wiper yang stabil dan kaca bersih bisa jadi penolong saat hujan atau kabut turun tiba-tiba di jalur tinggi.
Perencanaan rute juga penting. Di dataran tinggi, pom bensin bisa jarang, jadi mengisi penuh sejak awal perjalanan sering disarankan. Jika menggunakan kendaraan listrik, rencana lebih detail diperlukan—terutama menandai titik pengisian baterai di lintasan yang akan dilewati.
Selain dokumen lengkap, bawalah perlengkapan darurat yang realistis dipakai. Untuk mobil: ban cadangan dan alat ganti, senter, serta peralatan perbaikan dasar. Untuk sepeda motor: pompa, alat tambal, dan perkakas sederhana. Tujuannya bukan agar “terlihat siap”, tetapi supaya tidak panik saat kejadian kecil di tengah jalur sepi.
Ketika sudah masuk kawasan pegunungan, teknik mengemudi menentukan keselamatan. Di tanjakan maupun turunan panjang, gunakan gigi rendah untuk memanfaatkan engine brake. Kebiasaan menginjak rem terus-menerus justru berbahaya karena bisa membuat rem panas berlebihan dan menurun kinerjanya.
Jaga kecepatan tetap stabil, jangan terpancing menyalip, dan hindari memotong tikungan yang tidak terlihat. Di jalur seperti Ha Giang, Ma Pi Leng, atau O Quy Ho Pass, blind spot dan tikungan tajam bisa muncul mendadak. Jika kabut tebal, nyalakan lampu kabut (lebih aman bila lampu kuning dibanding putih), tetap di lajur kanan sesuai aturan setempat, dan tambah jarak aman lebih dari biasanya.
Ada juga situasi ekstrem: suhu rendah, hujan, bahkan permukaan jalan yang tampak beresalju atau berlapis es sehingga licin. Dalam kondisi seperti itu, sebaiknya menunda perjalanan dan mencari tempat aman untuk beristirahat. Jika terpaksa bergerak, lakukan sangat pelan, hindari pengereman mendadak, dan jaga tarikan gas halus. Terakhir, jangan berkendara saat mengantuk, hindari perjalanan malam di dataran tinggi, serta patuhi rambu dan instruksi petugas. Dan yang paling mendasar: jangan konsumsi alkohol sebelum mengemudi.






