Honda Vietnam mulai menyesuaikan strategi harga mobil hybrid pada awal 2026 dengan memberikan potongan harga dan insentif pada beberapa model. Langkah ini menunjukkan upaya pabrikan untuk menjaga daya tarik kendaraan elektrifikasi di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Salah satu penyesuaian paling menonjol terjadi pada Honda HR-V e:HEV RS. Mulai 26 Februari, harga model hybrid ini dipangkas 34 juta dong Vietnam sehingga kini dibanderol mulai 835 juta dong, lebih rendah dibanding harga sebelumnya yang mencapai 869 juta dong saat peluncuran.
Untuk beberapa pilihan warna eksterior tertentu seperti kuning pasir, merah, atau putih, harga HR-V e:HEV RS sedikit lebih tinggi dan berada di kisaran 843 juta dong. Meski demikian, angka tersebut tetap menunjukkan koreksi harga yang signifikan untuk memperluas jangkauan konsumen.
HR-V e:HEV RS sendiri diperkenalkan sebagai varian hybrid pada facelift SUV segmen B Honda. Mobil ini memakai kombinasi mesin bensin 105 hp dan dua motor listrik, dengan salah satu motor berfungsi sebagai generator saat baterai membutuhkan pasokan daya tambahan.
Motor listrik penggerak pada sistem hybrid tersebut menghasilkan tenaga 129 hp dan torsi 253 Nm. Dalam operasinya, motor ini dapat bekerja sendiri atau berkolaborasi dengan mesin bensin tergantung kondisi berkendara, untuk menyeimbangkan performa dan efisiensi bahan bakar.
Honda mengklaim konsumsi BBM HR-V e:HEV RS pada kondisi campuran berada di angka 4,44 liter per 100 km. Efisiensi ini menjadi salah satu poin jual utama, terutama bagi konsumen yang menginginkan penghematan bahan bakar tetapi belum siap beralih sepenuhnya ke mobil listrik.
Dari sisi penjualan, performa varian hybrid HR-V masih tertinggal dibanding versi bensin. Sepanjang tahun lalu, HR-V e:HEV RS terjual 889 unit, sementara versi bensin mencapai 5.776 unit. Pada Januari 2026, penjualan hybrid tercatat 180 unit, sedangkan varian lainnya 590 unit.
Selain HR-V, Honda juga menyesuaikan lini hybrid CR-V. Setelah pembaruan, CR-V e:HEV kini tersedia dalam dua varian rakitan lokal dengan harga mulai 1,17 miliar dong. Pergeseran dari impor ke perakitan turut berpengaruh pada strategi harga produk ini.
Varian sebelumnya, CR-V e:HEV RS yang diimpor dari Thailand, semula dijual mulai 1,259 miliar dong. Setelah beralih ke perakitan, harga jualnya turun sekitar 9 juta dong menjadi 1,25 miliar dong, memberi sinyal bahwa Honda mencoba meningkatkan daya saing melalui efisiensi struktur biaya.
Sementara itu, Honda Civic e:HEV RS mempertahankan harga 999 juta dong, tetapi mendapat insentif berbeda pada Februari berupa dukungan 50% biaya pendaftaran, setara sekitar 50 juta dong. Kombinasi potongan harga dan promo ini memperlihatkan bahwa Honda sedang mencari formula terbaik untuk mendorong penjualan mobil hybrid di pasar Vietnam.






