Porsche disebut tengah menyiapkan SUV andalan baru berkode K1 yang akan masuk ke segmen SUV mewah besar. Model ini diproyeksikan berhadapan langsung dengan pemain mapan seperti Mercedes-Benz GLS dan BMW X7, sekaligus membuka posisi baru dalam lini produk Porsche.
Berbeda dari rencana awal yang mengarah ke kendaraan listrik murni, Porsche K1 kini dikabarkan akan mengusung mesin pembakaran internal dengan dukungan sistem plug-in hybrid (PHEV). Perubahan strategi ini menandai penyesuaian perusahaan terhadap dinamika pasar kendaraan listrik premium.
Awalnya, K1 direncanakan dikembangkan di atas platform Scalable Systems Platform (SSP) milik Volkswagen Group untuk mobil listrik. Namun, keterlambatan pengembangan platform—terutama pada aspek perangkat lunak—serta melambatnya pasar EV disebut mendorong Porsche mengubah pendekatan.
Sebagai gantinya, K1 diperkirakan memakai arsitektur Premium Platform Combustion (PPC), platform kendaraan mesin pembakaran premium generasi baru milik Volkswagen Group. Platform yang sama juga menjadi basis untuk Audi Q9, SUV 7 kursi yang disiapkan Audi untuk pasar besar seperti Amerika Serikat, Timur Tengah, dan China.
Dengan basis PPC, Porsche K1 disebut berpeluang memakai mesin 3.0L turbo V6 dan 4.0L twin-turbo V8 yang dipadukan sistem PHEV generasi baru. Rentang tenaga yang dibahas disebut sekelas Cayenne saat ini, yakni mulai sekitar 353 hp hingga 739 hp, sehingga karakter performa Porsche tetap terjaga.
Dari sisi kabin, K1 diperkirakan hadir dengan opsi konfigurasi 4, 5, dan 7 kursi. Fleksibilitas ini membuatnya bisa menyasar dua kebutuhan sekaligus: pengguna yang mengejar kemewahan dan kenyamanan kelas atas, serta konsumen yang tetap menginginkan nuansa sporty khas Porsche.
K1 diproyeksikan menjadi SUV terbesar dan termahal Porsche, dengan peluncuran yang diperkirakan terjadi pada 2028. Untuk fase awal, varian bensin dan PHEV disebut dapat meluncur sekitar 12 bulan setelah kehadiran Audi Q9, sebelum kemungkinan versi listrik murni menyusul di tahap berikutnya.
Meski fokus awal beralih ke mesin pembakaran dan PHEV, Porsche disebut masih mempertahankan rencana jangka panjang untuk K1 listrik murni. Artinya, perubahan ini lebih mencerminkan strategi bertahap agar komersialisasi model unggulan tetap berjalan sambil menekan biaya dan risiko pengembangan.
Terkait produksi, K1 disebut berpeluang dirakit di Bratislava, Slovakia, pada lini yang juga digunakan untuk Audi Q9. Keputusan berbagi teknologi dan fasilitas produksi ini dinilai strategis untuk menjaga profitabilitas Porsche sekaligus memastikan SUV baru tersebut tetap kompetitif di segmen mewah global.






