Registrasi Mobil Listrik AS 2025 Turun, Desember Anjlok Setelah Insentif Dicabut

Avatar photo

- Penulis Berita

Minggu, 15 Februari 2026 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mobil Listrik AS

Mobil Listrik AS

Pasar kendaraan listrik di Amerika Serikat mencatat momen yang jarang terjadi: jumlah pendaftaran EV baru pada 2025 turun untuk pertama kalinya dalam setidaknya satu dekade. Penurunannya memang tipis secara tahunan, tetapi guncangan terbesar muncul di penghujung tahun, terutama pada Desember.

Data S&P Global Mobility menunjukkan pendaftaran EV baru sepanjang 2025 turun 0,4% dibanding tahun sebelumnya menjadi sekitar 1,3 juta unit (tidak termasuk hybrid). Di saat yang sama, total pendaftaran kendaraan ringan—tanpa memandang jenis bahan bakar—justru naik 2,2% menjadi 16,25 juta unit.

Dampaknya terlihat pada pangsa pasar. Porsi EV di segmen kendaraan ringan turun menjadi 7,8% dari 8% pada 2024. Angka ini bukan perubahan yang dramatis di atas kertas, tetapi cukup untuk menandai bahwa laju ekspansi EV tidak lagi mulus seperti beberapa tahun terakhir.

Pemicu terbesar yang sering disebut adalah dihapusnya kredit pajak federal sebesar US$ 7.500. Penghapusan insentif itu dikaitkan dengan penurunan tajam pada bulan-bulan terakhir 2025, meski perlambatan permintaan sebenarnya dinilai sudah mulai terasa sejak 2024.

Masalah klasiknya tetap harga. Walau produsen dan pemerintah sempat menawarkan beragam insentif, banyak EV masih memiliki harga daftar yang dianggap tinggi untuk konsumen massal. Pada kondisi seperti ini, sebagian pembeli memilih “jalan tengah” dengan beralih ke mobil hybrid yang lebih familiar dan terasa aman untuk kebutuhan harian.

Faktor lain juga ikut mengerem: ketersediaan infrastruktur pengisian dan kekhawatiran jarak tempuh. Hambatan tersebut membuat sebagian konsumen menunda keputusan, apalagi ketika pasar memasuki fase “pengguna awal sudah terlayani” dan pertumbuhan bergantung pada pembeli mainstream yang lebih sensitif terhadap harga.

Jika menengok tren beberapa tahun sebelumnya, pertumbuhan EV sempat melesat: 2021 naik 88%, 2022 naik 58%, 2023 naik 52%, lalu melambat jadi 11% pada 2024. Pada paruh pertama 2025, pendaftaran EV masih sempat naik sekitar 7% sebelum pasar berbalik arah setelah kebijakan insentif berubah.

Guncangan paling keras terjadi pada Desember 2025. Pada bulan itu, pendaftaran EV turun 48% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi 75.427 unit. Pangsa pasar EV di kendaraan ringan turun ke 5,3%, jauh lebih rendah dibanding 9,9% pada Desember tahun sebelumnya.

Meski demikian, ada sinyal stabilisasi kecil karena pangsa pasar Desember membaik dari November yang berada di 4,6%. Analisis S&P menyebut pasar berpotensi menyesuaikan diri seiring produsen meluncurkan insentif baru dan menurunkan harga untuk “menutup” hilangnya kredit pajak.

Di tengah penurunan, Tesla masih menjadi penopang terbesar. Pada Desember 2025, pendaftaran baru Tesla turun 35% menjadi 42.403 unit. Model Y turun 24% menjadi 29.121 unit, namun tetap termasuk model EV terlaris baik untuk bulan maupun sepanjang tahun.

Sepanjang 2025, pendaftaran baru Tesla turun 6,8% menjadi 570.418 unit, dengan pangsa pasar EV sekitar 44,9% (turun 3,1 poin dibanding tahun sebelumnya). Ford berada di posisi berikutnya pada Desember, tetapi pendaftarannya anjlok 61% menjadi 5.188 unit, dengan F-150 Lightning turun 69% ke 1.447 unit dan produksi dihentikan pada Desember.

Di daftar lain, Cadillac mencatat kenaikan Desember 12% menjadi 3.694 unit dan sepanjang 2025 melonjak 73% menjadi 50.065 unit. Hyundai turun 53% pada Desember ke 2.970 unit, namun setahun penuh masih tumbuh tipis 1,2% ke 65.376 unit. Rivian turun 44% pada Desember ke 2.810 unit dan setahun penuh turun 9,9% ke 43.732 unit. VinFast hanya mencatat 121 unit terdaftar pada Desember, turun 64% dari tahun sebelumnya.

Kesimpulannya, 2025 menjadi titik belok: dari fase ekspansi panas ke fase penyesuaian. Banyak analis tidak melihat pasar EV “runtuh”, tetapi memperkirakan jalurnya berubah—pertumbuhan lebih lambat, lebih bergantung pada infrastruktur, serta harga EV yang makin mendekati kendaraan bensin di kelas yang sama.

Berita Terkait

BYD Dolphin 2026 Resmi di Vietnam, Harga Turun Jauh dan Jarak Tempuh Naik
Toyota bZ7 Meledak di China, Sedan Listrik Murah Banjir Ribuan Pesanan
Mercedes-Benz Gandeng Samsung SDI, Kontrak Baterai Rp6,8 Miliar Perkuat Strategi EV
Polytron Resmi Jadi Official Car Partner Indonesia Open 2026, Hadirkan Mobil Listrik G3
Tips Menjaga Interior Mobil Tetap Bersih dan Bebas Bau
Biaya Penggunaan Mobil Listrik dan Konvensional
Mudik dengan Lexus LM 350h, Menikmati Perjalanan Pulang Kampung ala Sultan
MG4 Urban dengan Baterai Semi Padat Segera Masuk Dealer Eropa

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 08:44 WIB

BYD Dolphin 2026 Resmi di Vietnam, Harga Turun Jauh dan Jarak Tempuh Naik

Selasa, 21 April 2026 - 08:44 WIB

Toyota bZ7 Meledak di China, Sedan Listrik Murah Banjir Ribuan Pesanan

Selasa, 21 April 2026 - 08:44 WIB

Mercedes-Benz Gandeng Samsung SDI, Kontrak Baterai Rp6,8 Miliar Perkuat Strategi EV

Rabu, 15 April 2026 - 20:27 WIB

Polytron Resmi Jadi Official Car Partner Indonesia Open 2026, Hadirkan Mobil Listrik G3

Minggu, 12 April 2026 - 11:40 WIB

Tips Menjaga Interior Mobil Tetap Bersih dan Bebas Bau

Berita Terbaru

Isi Talak Ahmad Dhani

Berita

Ahmad Dhani Ungkap Isi SMS Talak 3 Maia Estianty

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:10 WIB

Nomor Induk Kependudukan Bansos

Nasional

Nomor Induk Kependudukan: Cara Cek Bansos Mei 2026 Terbaru

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:05 WIB