Ferrari menghadirkan kembali nama Testarossa untuk supercar andalan terbaru berkode 849 yang diperkirakan mulai dipasarkan pada 2026. Model ini digambarkan sebagai supercar hybrid bertenaga sangat besar, namun tetap dirancang agar lebih mudah dikendalikan dan lebih masuk akal dipakai dalam kondisi nyata. MotorTrend menilai 849 Testarossa sebagai salah satu mobil Ferrari paling kuat, sekaligus tetap “ramah” untuk penggunaan harian dibanding citra supercar berdaya besar yang sering sulit dieksploitasi di jalan umum.
Dalam sesi uji coba di Spanyol, 849 Testarossa digunakan di lintasan serta rute pegunungan ketika hujan deras. Menariknya, mobil tetap stabil bahkan saat pengemudi memilih mode Sport alih-alih mode Basah. Dalam laporan uji, tidak muncul sensasi tegang atau kehilangan kendali seperti yang kerap terjadi pada supercar dengan tenaga di kisaran 1.000 hp ketika kondisi jalan tidak ideal.
Kunci perbedaannya disebut terletak pada sistem kontrol elektronik FIVE (Ferrari Integrated Vehicle Estimator). Teknologi ini memanfaatkan data dari banyak sensor untuk mensimulasikan kondisi operasi kendaraan secara real time. Dengan pendekatan itu, sistem bisa menyiapkan respons penggerak sebelum situasi berisiko terjadi. Ferrari menyatakan FIVE mampu memprediksi kecepatan serta sudut slip bodi dengan tingkat kesalahan yang sangat kecil, lalu mengoordinasikan kontrol traksi, diferensial elektronik, sistem hybrid four-wheel drive, serta EVO ABS untuk pengereman.
MotorTrend menambahkan, intervensi sistem terasa minim sehingga pengemudi tetap mendapat umpan balik yang natural. Saat melewati genangan atau melakukan pengereman pada permukaan licin, mobil masih bisa menunjukkan slip kecil, yang memberi sinyal bahwa Ferrari tidak berusaha “menutupi” batas fisik, melainkan membantu pengemudi mengelolanya dengan lebih aman.
Dari sisi dapur pacu, 849 Testarossa memakai mesin V8 4.0 liter twin-turbo yang dipasangkan dengan tiga motor listrik. Mesin pembakarannya menghasilkan 818 hp dan torsi 842 Nm, sementara tenaga gabungan sistem mencapai 1.035 hp. Akselerasi 0–100 km/jam diperkirakan sekitar 2 detik, dengan kecepatan puncak sekitar 330 km/jam. Baterai 7,9 kWh memungkinkan jarak listrik lebih dari 24 km untuk kebutuhan pendek di perkotaan, meski banyak pengguna diperkirakan memilih mode Performance yang menjaga baterai pada level optimal.
Dibanding SF90, sasis dan suspensi 849 Testarossa dikoreksi ulang dengan pegas lebih ringan dan klaim pengurangan body roll sekitar 10%. Aerodinamika baru disebut meningkatkan downforce sambil menurunkan hambatan sekitar 10%, serta sayap belakang aktif mampu menghasilkan downforce sekitar 100 kg pada 250 km/jam. Versi coupe diperkirakan mulai dijual di AS pada musim semi 2026, dengan harga mulai 56.685 dolar AS, serta opsi Assetto Fiorano yang lebih ringan bagi pengguna yang rutin turun ke lintasan.






