Xiaomi kembali membuat pasar kendaraan listrik China ramai setelah pembaruan sedan listrik SU7 langsung disambut antusias luar biasa. Dalam waktu hanya 34 menit sejak pembukaan pemesanan, Xiaomi Auto mengumumkan telah mengantongi 15.000 unit penjualan. Angka tersebut memperlihatkan bahwa nama besar Xiaomi di dunia teknologi kini benar-benar mulai memberi pengaruh besar di industri otomotif.
Pembaruan Xiaomi SU7 diumumkan pada 19 Maret dan langsung menarik perhatian publik. Meski bukan model yang sepenuhnya baru, versi upgrade ini datang dengan sejumlah revisi penting pada desain dan teknologi. Hasilnya, pasar merespons cepat, menunjukkan bahwa minat terhadap sedan listrik buatan Xiaomi masih berada di level tinggi.
Dalam versi terbarunya, Xiaomi SU7 tetap tersedia dalam tiga pilihan, yakni Standard, Pro, dan Max. Rentang harga yang dipasang berada di kisaran 219.900 hingga sekitar 300 ribuan yuan. Untuk memesan unit, konsumen cukup menyetor uang muka 5.000 yuan, dengan opsi perubahan deposit dibuka hingga 22 Maret. Strategi ini tampaknya berhasil menjaga antusiasme sekaligus memberi fleksibilitas bagi calon pembeli.
Dari sisi tampilan, Xiaomi melakukan sejumlah penyegaran. SU7 kini hadir dengan grille yang didesain ulang, radar gelombang milimeter terintegrasi, serta sistem pencuci bertekanan tinggi untuk kamera depan dan belakang. Fitur-fitur ini tidak hanya memperbaiki estetika, tetapi juga mendukung sistem bantuan berkendara dan visibilitas kendaraan dalam berbagai kondisi.
Semua varian Xiaomi SU7 menggunakan mesin V6s Plus yang diklaim memiliki efisiensi transfer tenaga hingga 94 persen. Pada varian Max, performanya tergolong buas untuk ukuran sedan listrik harian. Mobil ini mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam 3,08 detik, dengan kecepatan maksimum mencapai 265 km/jam. Jadi, kalau ada yang bilang sedan listrik itu membosankan, SU7 tampaknya datang untuk membantah dengan gaya cukup keras.
Jarak tempuh juga menjadi nilai jual utama. Berdasarkan standar CLTC, varian Standard mampu menempuh hingga 720 km, versi Pro mencapai 902 km, sedangkan Max menawarkan sekitar 835 km. Angka-angka ini cukup impresif dan menempatkan SU7 sebagai salah satu pilihan yang kompetitif di kelas sedan listrik jarak jauh.
Xiaomi juga membekali mobil ini dengan teknologi pengisian cepat yang menarik. Varian Standard dan Pro memakai sistem SiC 752 V, sedangkan Max berdiri di atas arsitektur listrik 897 V. Dengan teknologi itu, varian Max diklaim bisa menambah jarak tempuh hingga 670 km hanya dalam 15 menit pengisian, atau mengisi dari 10 persen ke 80 persen dalam sekitar 12 menit.
Tak berhenti pada SU7, Xiaomi dilaporkan sedang memperluas portofolio kendaraan listriknya. Salah satu model yang disiapkan adalah versi GT berperforma tinggi untuk SUV listrik Xiaomi YU7. Model tersebut disebut-sebut bakal memiliki tenaga maksimum 990 hp dan jarak tempuh hingga 705 km berdasarkan standar CLTC. Ini menunjukkan bahwa Xiaomi tidak ingin cuma numpang lewat di industri EV, melainkan benar-benar membangun ekosistem produknya sendiri.
Dengan penjualan cepat, spesifikasi agresif, dan pengembangan model baru yang terus berjalan, Xiaomi SU7 kini menjadi salah satu fenomena paling menarik di pasar mobil listrik China. Jika tren ini terus berlanjut, Xiaomi bisa menjadi pemain serius yang bukan hanya jago jual ponsel, tetapi juga makin lihai menjual mobil listrik dalam skala besar.






