Toyota ikut mencuri perhatian di Bangkok International Motor Show 2026 lewat kehadiran Hilux Travo-e, sebuah pickup listrik murni yang menjadi pusat sorotan di stan pabrikan Jepang tersebut. Model ini menawarkan pendekatan berbeda dari Hilux bermesin pembakaran internal yang sudah lebih dulu dikenal, karena kini Toyota membawa nama besar pikap andalannya ke dunia elektrifikasi.
Secara ukuran, Hilux Travo-e masih mempertahankan proporsi khas kendaraan double cabin berukuran besar. Dimensinya mencapai 5.320 mm panjang, 1.855 mm lebar, dan 1.800 mm tinggi, dengan wheelbase 3.085 mm. Artinya, dari sisi bodi mobil ini tetap tampil sebagai pickup pekerja keras, bukan sekadar eksperimen listrik yang tampil mungil dan aman-aman saja.
Perbedaan paling jelas ada di wajah depan. Sebagai kendaraan listrik, Hilux Travo-e memakai grille tertutup yang langsung membedakannya dari versi diesel atau bensin. Desain lampunya juga lebih modern dengan garis tegas yang mengingatkan pada gaya pencahayaan di RAV4 atau Camry terbaru. Meski demikian, lekuk fender dan karakter bodinya masih menjaga aura gagah khas Hilux.
Bagian belakang juga mendapat sejumlah sentuhan baru. Tailgate kini dilengkapi step bawaan, sementara desain lampu belakang dirombak agar terlihat lebih segar. Toyota tampaknya ingin memastikan bahwa versi listrik ini tidak hanya beda mesin, tetapi juga punya identitas visual sendiri yang tetap relevan dengan selera konsumen masa kini.
Masuk ke kabin, Toyota Hilux Travo-e disebut memiliki nuansa desain yang mengingatkan pada Land Cruiser FJ. Tata letak dashboard dibuat tetap kokoh, tetapi disesuaikan agar tampil lebih modern. Material utama berupa plastik matte dan kulit sintetis digunakan di berbagai area, menghasilkan kombinasi yang fungsional namun tidak terasa terlalu utilitarian.
Ada sejumlah perubahan dibanding Hilux konvensional yang sudah beredar di Vietnam. Area konsol dan tuas transmisi disesuaikan karena versi listrik tentu tidak lagi membutuhkan konfigurasi seperti kendaraan bermesin bakar. Tampilan panel juga tampak lebih rapi, sementara layar tengah floating 12 inci tetap menjadi pusat kontrol utama untuk berbagai fungsi kendaraan.
Di bawah layar, Toyota masih mempertahankan tombol fisik untuk pengaturan pendingin udara, defogger, dan beberapa kontrol lain. Ini jadi poin menarik karena di era mobil serba layar, tombol fisik kadang terasa seperti sahabat lama yang masih setia—tidak glamor, tapi justru paling enak dipakai saat sedang terburu-buru.
Untuk sumber tenaga, Hilux Travo-e memakai baterai lithium-ion berkapasitas 59,2 kWh dan dipadukan dengan dua motor listrik. Toyota mengklaim pickup ini sanggup menempuh jarak hingga 300 km dalam sekali pengisian daya. Soket pengisian diletakkan di atas lengkung roda kiri, membuat akses charging cukup mudah dijangkau dari sisi kendaraan.
Di Thailand, model ini dibanderol mulai 1,491 juta baht. Meski begitu, peluang versi listrik murni Hilux ini masuk ke Vietnam dinilai cukup kecil. Alasannya, Toyota sebelumnya baru saja memperkenalkan versi upgrade Hilux bermesin pembakaran internal di pasar tersebut dengan rentang harga 632-903 juta dong. Dengan kata lain, Hilux Travo-e untuk sekarang lebih terlihat sebagai penanda arah masa depan Toyota, bukan produk yang langsung siap menyerbu semua pasar Asia Tenggara.






