Lamborghini Kembali Lirik Grand Tourer untuk Isi Celah Produknya

Avatar photo

- Penulis Berita

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lamborghini Kembali Lirik Grand Tourer untuk Isi Celah Produknya

Lamborghini Kembali Lirik Grand Tourer untuk Isi Celah Produknya

Lamborghini mulai membuka kemungkinan besar untuk menghidupkan lagi lini grand tourer dalam portofolio produknya. Sinyal ini datang langsung dari CEO Stephan Winkelmann, yang menilai merek asal Italia tersebut masih memiliki kekosongan penting di kategori produk, yakni coupe dua pintu dengan konfigurasi 2+2 yang dapat berperan sebagai grand tourer mewah.

Pernyataan itu menarik karena muncul di saat Lamborghini tetap menjalankan strategi elektrifikasi, tetapi memilih tidak terburu-buru meluncurkan kendaraan listrik murni sebelum 2030. Artinya, perusahaan sedang mencari arah yang lebih realistis untuk memperluas jajaran mobilnya tanpa harus memaksakan EV di saat permintaan pasar masih dinilai belum cukup kuat untuk segmen tertentu.

Sebenarnya gagasan mobil grand tourer bukan hal baru bagi Lamborghini. Pada Paris Motor Show 2014, perusahaan sempat memperkenalkan konsep hybrid Asterion LPI 910-4 dengan gaya dua pintu yang sangat dekat dengan karakter grand tourer. Namun proyek tersebut akhirnya dibatalkan karena sumber daya perusahaan lebih difokuskan untuk mengembangkan Urus, SUV yang kemudian justru menjadi salah satu tulang punggung penjualan Lamborghini.

Belakangan, nama Lanzador juga sempat mengisi harapan sebagai model baru yang mengarah ke area 2+2 mewah. Tetapi pada Februari 2026, Lamborghini mengumumkan pembatalan rencana pengembangan versi listrik murni berbasis konsep tersebut. Keputusan ini menegaskan bahwa Lamborghini sedang meninjau ulang cara terbaik masuk ke segmen baru tanpa terburu-buru mengikuti arus EV secara total.

Dalam wawancaranya dengan Road & Track di sela acara 12 Hours of Sebring, Winkelmann menyebut bahwa Lamborghini masih terus memikirkan kendaraan baru, tetapi tidak melihat sedan atau SUV kecil sebagai opsi yang relevan. Menurutnya, yang paling kurang justru adalah grand tourer—mobil coupe dua pintu dengan empat tempat duduk yang bisa mengisi celah di antara supercar ekstrem dan SUV serbaguna.

Jika proyek ini benar-benar diwujudkan, Lamborghini kemungkinan akan menggunakan mesin pembakaran internal atau sistem plug-in hybrid. Pilihan tersebut terasa masuk akal karena karakter grand tourer membutuhkan keseimbangan antara performa tinggi, kenyamanan perjalanan jauh, dan kemewahan kabin. Dengan kata lain, ini bukan mobil yang hidup hanya dari angka akselerasi, tetapi juga dari kemampuan membuat pengemudi betah berjam-jam di balik kemudi tanpa merasa diguncang seperti habis naik roller coaster.

Saat ini, lini komersial Lamborghini terdiri dari Revuelto, Temerario, dan Urus. Kehadiran grand tourer baru akan membuat susunan produknya lebih lengkap. Mobil semacam itu juga bisa membawa Lamborghini bersaing lebih langsung dengan nama-nama seperti Ferrari Roma, Bentley Supersports, dan Aston Martin DB12, yang selama ini menguasai segmen mobil mewah performa tinggi untuk penggunaan yang lebih santai.

Secara historis, Lamborghini memang punya jejak di segmen grand tourer. Model komersial terakhir yang benar-benar berada di wilayah ini adalah Jarama, yang diproduksi antara 1970 hingga 1976 dengan total hanya 327 unit. Fakta ini membuat kemungkinan kembalinya grand tourer terasa bukan sekadar eksperimen baru, melainkan juga upaya menghidupkan lagi salah satu bagian dari warisan merek yang sudah lama tertidur.

Jika Lamborghini benar-benar mewujudkan rencana tersebut, langkah itu bisa menjadi perubahan besar dalam strategi produknya. Bukan hanya karena menambah model baru, tetapi karena menghadirkan kembali identitas yang berbeda dari supercar ekstrem dan SUV mewah. Grand tourer dapat menjadi jawaban Lamborghini atas kebutuhan pasar yang lebih beragam, sekaligus bukti bahwa merek ini masih punya ruang untuk berkembang tanpa kehilangan karakternya yang liar dan glamor.

Berita Terkait

BYD Dolphin 2026 Resmi di Vietnam, Harga Turun Jauh dan Jarak Tempuh Naik
Toyota bZ7 Meledak di China, Sedan Listrik Murah Banjir Ribuan Pesanan
Mercedes-Benz Gandeng Samsung SDI, Kontrak Baterai Rp6,8 Miliar Perkuat Strategi EV
Polytron Resmi Jadi Official Car Partner Indonesia Open 2026, Hadirkan Mobil Listrik G3
Tips Menjaga Interior Mobil Tetap Bersih dan Bebas Bau
Biaya Penggunaan Mobil Listrik dan Konvensional
Mudik dengan Lexus LM 350h, Menikmati Perjalanan Pulang Kampung ala Sultan
MG4 Urban dengan Baterai Semi Padat Segera Masuk Dealer Eropa

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 08:44 WIB

BYD Dolphin 2026 Resmi di Vietnam, Harga Turun Jauh dan Jarak Tempuh Naik

Selasa, 21 April 2026 - 08:44 WIB

Toyota bZ7 Meledak di China, Sedan Listrik Murah Banjir Ribuan Pesanan

Selasa, 21 April 2026 - 08:44 WIB

Mercedes-Benz Gandeng Samsung SDI, Kontrak Baterai Rp6,8 Miliar Perkuat Strategi EV

Rabu, 15 April 2026 - 20:27 WIB

Polytron Resmi Jadi Official Car Partner Indonesia Open 2026, Hadirkan Mobil Listrik G3

Minggu, 12 April 2026 - 11:40 WIB

Tips Menjaga Interior Mobil Tetap Bersih dan Bebas Bau

Berita Terbaru

Isi Talak Ahmad Dhani

Berita

Ahmad Dhani Ungkap Isi SMS Talak 3 Maia Estianty

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:10 WIB

Nomor Induk Kependudukan Bansos

Nasional

Nomor Induk Kependudukan: Cara Cek Bansos Mei 2026 Terbaru

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:05 WIB