Merek mobil listrik AUDI yang dibentuk khusus untuk pasar China mulai mengambil langkah koreksi harga setelah performa penjualan awal E5 Sportback tidak sesuai ekspektasi. Model ini sempat diluncurkan pada paruh kedua 2025 dengan positioning agresif, namun persaingan yang sangat ketat membuat strategi harga perlu disesuaikan.
Menurut laporan yang dirujuk dari Carscoops, AUDI merupakan merek baru hasil kolaborasi Audi dan SAIC di China. Identitasnya dibuat berbeda dari Audi konvensional, termasuk tidak memakai logo empat cincin dan mengusung bahasa desain baru yang lebih berani untuk menarik konsumen lokal.
E5 Sportback menjadi produk perdana dari merek tersebut dan mulai diserahkan ke pelanggan pada Agustus 2025. Saat awal peluncuran, harga mobil ini berada di kisaran 235.900 hingga 319.900 yuan, atau sekitar 34.300 sampai 46.600 dolar AS, angka yang sudah tergolong kompetitif di segmen sedan listrik premium cepat.
Secara produk, E5 Sportback sebenarnya datang dengan spesifikasi yang kuat. Mobil ini memiliki wheelbase 2.950 mm, tenaga puncak hingga 776 hp, serta jarak tempuh sampai 773 km berdasarkan siklus CLTC, yang menjadi salah satu daya tarik utama untuk pasar kendaraan listrik China.
Fitur teknologinya juga terbilang lengkap. Sistem keselamatan dan bantu mengemudi didukung sensor LiDAR, 3 radar, 11 kamera, dan 12 radar ultrasonik. Di sisi kabin, E5 Sportback dibekali layar besar 59 inci yang membentang di dasbor, mempertegas karakter futuristik model ini.
Meski demikian, data penjualan menunjukkan laju yang belum ideal. Sejak diluncurkan, E5 Sportback disebut mengirimkan sekitar 7.070 unit kepada pelanggan di China, dengan penjualan pada bulan pertama 2026 hanya 420 unit. Angka ini dinilai belum sejalan dengan antusiasme awal saat pembukaan pemesanan.
Untuk merespons kondisi tersebut, AUDI meluncurkan promosi terbatas berupa potongan tambahan 30.000 yuan dari harga daftar. Dengan skema itu, harga awal E5 Sportback turun menjadi 205.900 yuan, atau di bawah 30.000 dolar AS, sebuah posisi harga yang semakin agresif di pasar EV China.
Selain diskon langsung, konsumen juga mendapat dukungan biaya pendaftaran sebesar 10.000 yuan serta insentif tunai tambahan dan subsidi tukar tambah kendaraan lama. Paket insentif ini dirancang untuk mempercepat keputusan pembelian di tengah kompetisi yang sangat sensitif terhadap harga.
Dengan harga baru tersebut, E5 Sportback kini berhadapan langsung dengan model seperti Zeekr 007 GT dan bahkan sedikit lebih murah dari Xiaomi SU7. Langkah ini mencerminkan kerasnya persaingan di segmen sedan listrik dan fastback, termasuk bagi merek premium yang sebelumnya dianggap memiliki daya tarik kuat.
Menariknya, Audi sempat menyebut pada September 2025 bahwa E5 Sportback meraih 10.000 pre-order hanya dalam 30 menit pertama penjualan. Karena itu, performa penjualan yang kemudian melandai dan keputusan pemotongan harga cepat menjadi sinyal bahwa pasar EV China semakin sulit ditebak, bahkan untuk pemain besar sekalipun.






