BMW iX3 generasi kedua dilaporkan mendapat sambutan luar biasa di pasar, bahkan sebelum jajaran variannya lengkap diluncurkan. Tingginya minat membuat BMW harus menambah shift kedua di pabrik Debrecen, Hungaria, demi menjaga ritme produksi dan memenuhi pengiriman awal untuk konsumen Eropa. Untuk sebuah SUV listrik, level hype-nya sudah mendekati konser reuni band legendaris.
Menurut laporan Carscoops, SUV listrik ini baru meluncur sekitar enam bulan lalu, tetapi respons pasar langsung melonjak tajam. CEO BMW Oliver Zipse menyebut permintaan terhadap iX3 sangat kuat, baik dari pembeli individu maupun pelanggan korporasi. Ia bahkan menggambarkan model ini hampir “terbakar” sampai akhir tahun, merujuk pada derasnya pemesanan yang masuk sejak awal peluncuran.
BMW disebut telah menerima lebih dari 50.000 deposit untuk iX3 anyar. Angka tersebut cukup mencolok karena model ini merupakan kendaraan listrik pertama BMW yang dibangun di atas arsitektur Neue Klasse, platform yang diproyeksikan menjadi fondasi penting bagi program elektrifikasi generasi berikutnya. Dengan kata lain, iX3 bukan cuma produk baru, tetapi juga wajah baru strategi listrik BMW.
Pabrik Debrecen sendiri saat beroperasi penuh diperkirakan mampu memproduksi hingga 150.000 unit BMW iX3 per tahun. Penambahan shift produksi menandakan BMW tidak ingin kehilangan momentum pasar di tengah persaingan kendaraan listrik yang semakin padat. Saat permintaan sudah setinggi ini, menunggu terlalu lama jelas bukan pilihan yang ideal bagi pabrikan mana pun.
Untuk tahap awal, BMW baru memperkenalkan satu varian, yakni iX3 50 xDrive. Model ini menggunakan konfigurasi dua motor listrik dengan tenaga maksimum 463 hp dan torsi puncak 645 Nm. Paket baterai 108 kWh diklaim mampu membawa kendaraan melaju hingga 805 km dalam sekali pengisian penuh, serta mendukung pengisian cepat sampai 400 kW.
Meski baru satu versi yang meluncur, BMW sudah menyiapkan ekspansi lini model dalam jangka menengah. Varian 40 dan 40 xDrive diperkirakan akan hadir sebagai pilihan yang lebih terjangkau dengan kapasitas baterai lebih kecil. Sementara di level atas, versi M60 disebut-sebut bakal menawarkan tenaga lebih dari 600 hp berkat peningkatan sistem motor listrik.
Bahkan, laporan dari Blog BMW menyebut iX3 masih mungkin mendapatkan varian M penuh pada akhir 2027. Jika rumor itu benar, output tenaganya bisa menembus lebih dari 800 hp. Artinya, BMW tak hanya membidik konsumen yang ingin SUV listrik efisien, tetapi juga mereka yang tetap haus performa meski mobilnya tak lagi minum bensin.
Untuk memenuhi permintaan global, BMW juga dikabarkan akan memproduksi iX3 di China dan Meksiko selain Hungaria. Langkah ini memperkuat kapasitas suplai sekaligus menunjukkan bahwa iX3 diposisikan sebagai model strategis di pasar internasional. Dengan kombinasi desain baru, platform modern, jarak tempuh jauh, dan minat pasar yang sudah tinggi sejak awal, iX3 tampak sedang disiapkan BMW sebagai salah satu pemain penting di kelas SUV listrik premium.






