Produsen otomotif listrik asal China, BYD, dikabarkan tengah menjajaki peluang untuk masuk ke ajang Formula 1. Informasi ini muncul dari laporan yang menyebut perusahaan tersebut sedang melakukan pembicaraan terkait kemungkinan berpartisipasi di kejuaraan balap paling bergengsi di dunia.
Langkah tersebut disebut sejalan dengan ambisi BYD untuk memperluas pengenalan merek di pasar global, seiring pertumbuhan penjualan kendaraan listrik dan hibrida plug-in di berbagai negara. Jika rencana itu terwujud, BYD berpotensi menjadi salah satu nama baru yang menantang pabrikan mapan seperti Ferrari dan McLaren dalam dunia balap elite.
Sejak Maret 2022, BYD memang telah menghentikan produksi kendaraan penumpang bermesin pembakaran internal murni. Fokus perusahaan kini diarahkan penuh pada kendaraan listrik murni dan plug-in hybrid. Perubahan orientasi itu dianggap cocok dengan karakter Formula 1 modern yang dalam lebih dari satu dekade terakhir mengandalkan sistem powertrain hibrida.
Dalam regulasi terbaru, peran tenaga listrik pada mobil F1 semakin besar. Salah satu komponen penting, yakni Motor Generator Unit-Kinetic atau MGU-K, kini mampu menghasilkan 350 kW ke as roda belakang, meningkat jauh dibandingkan konfigurasi sebelumnya yang hanya 120 kW. Kondisi ini membuat kontribusi motor listrik dalam performa mobil balap menjadi jauh lebih dominan.
Beberapa laporan juga menyinggung kemungkinan BYD memanfaatkan teknologi dari merek mewah mereka, YangWang. Salah satu model yang kerap disebut adalah YangWang U9, mobil performa tinggi yang menggunakan platform e4 BYD dengan empat motor listrik independen dan tenaga maksimal 1.287 hp. Bahkan versi ekstremnya disebut dapat menyentuh angka 3.000 hp.
Namun hingga kini belum ada kejelasan soal bagaimana BYD akan masuk ke Formula 1. Salah satu skenario yang beredar adalah perusahaan itu bisa hadir sebagai tim ke-12, sementara kemungkinan lain menyebut akuisisi terhadap tim yang sudah ada. Laporan juga menyinggung potensi pembelian Alpine, tim yang saat ini berada di bawah naungan Renault.
Selain Formula 1, BYD juga dikabarkan menaruh minat pada ajang balap lain seperti World Endurance Championship. Fenomena ini menunjukkan bahwa pabrikan China mulai melihat motorsport sebagai panggung penting untuk membangun citra teknologi dan daya saing global. Dunia balap rupanya bukan lagi cuma arena adu cepat, tapi juga panggung branding kelas berat.
BYD pun bukan satu-satunya produsen otomotif China yang dikaitkan dengan dunia balap internasional. Ada laporan lain yang menyebut Chery mempertimbangkan keterlibatan di balap Le Mans, sementara merek lain dari China juga telah aktif di ajang Formula E. Jika tren ini berlanjut, keterlibatan produsen China dalam motorsport global bisa menjadi babak baru yang menarik untuk diikuti.






