Harga Honda Accord e:PHEV di pasar China dilaporkan turun tajam melalui program insentif dari GAC Honda, dengan potongan yang nilainya mendekati setengah harga mobil. Langkah ini menjadi salah satu diskon resmi terbesar di segmen sedan usaha patungan pada awal 2026.
Menurut laporan media otomotif China, Accord e:PHEV kini ditawarkan mulai 138.800 yuan. Angka tersebut jauh di bawah harga daftar sebelumnya yang disebut berada di kisaran 238.800 yuan untuk varian terkait.
Nilai insentif yang diberikan mencapai sekitar 100.000 yuan dan dikabarkan hanya berlaku untuk 1.000 unit kendaraan. Besarnya potongan harga ini langsung menarik perhatian karena menunjukkan tekanan persaingan yang semakin kuat di pasar otomotif China.
Segmen harga menengah di China, terutama kisaran 100.000–150.000 yuan, kini menjadi arena kompetisi yang sangat agresif. Merek domestik dan pemain joint venture sama-sama berlomba menawarkan diskon, subsidi, dan paket promosi untuk menjaga minat beli konsumen.
Bagi GAC Honda, penyesuaian harga ini juga muncul di tengah penurunan performa penjualan dalam beberapa bulan terakhir. Data penjualan yang dirilis menunjukkan penurunan tajam pada Januari dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, mencerminkan lemahnya konsumsi di pasar.
Secara tahunan, kinerja pengiriman GAC Honda pada 2025 juga dilaporkan menurun dibanding 2024. Kondisi ini memperlihatkan tantangan serius bagi merek-merek Jepang di China yang kini harus menghadapi tekanan dari model listrik dan hybrid plug-in buatan produsen lokal.
Di sisi lain, merek dalam grup yang bergerak di segmen kendaraan listrik seperti GAC Aion justru mencatat pertumbuhan kuat pada Januari. Kontras ini menunjukkan pergeseran minat konsumen yang semakin condong ke kendaraan elektrifikasi dengan paket harga kompetitif.
Fenomena penyesuaian harga juga tidak hanya terjadi pada Honda. Sejumlah merek joint venture Jepang lain seperti GAC Toyota dan Dongfeng Nissan disebut turut menawarkan potongan harga pada beberapa model SUV dan sedan untuk menjaga daya tarik pasar.
Dalam konteks lebih luas, indeks konsumsi otomotif China yang melemah mempertegas tekanan pada daya beli masyarakat. Akibatnya, banyak produsen—baik merek lokal maupun internasional—harus meluncurkan insentif agresif, dan diskon Accord e:PHEV menjadi contoh terbaru bagaimana persaingan mobil hybrid plug-in dan EV di China semakin keras.






