Laba Lamborghini Turun Meski Penjualan Rekor, Efek Tarif dan Batal Mobil Listrik

Avatar photo

- Penulis Berita

Jumat, 20 Maret 2026 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lamborghini Temerario

Lamborghini Temerario

Lamborghini merilis kinerja bisnis 2025 dengan dua wajah yang kontras: penjualan mencetak rekor, tetapi laba justru turun. Di balik angka yang tampak glamor, ada kombinasi faktor eksternal dan keputusan strategis yang membuat keuntungan tidak semanis jumlah unit yang terkirim.

Pendapatan perusahaan naik sekitar 3,3% menjadi 3,2 miliar euro, sementara jumlah pengiriman mencapai 10.747 unit—angka tertinggi dalam sejarah Lamborghini. Namun, laba operasional turun ke 768 juta euro, lebih rendah dibanding 835 juta euro pada tahun sebelumnya.

CEO Lamborghini Stephan Winkelmann menyoroti dampak tarif impor AS sebagai salah satu faktor yang menekan margin. Pasar AS adalah pasar penting bagi supercar, sehingga perubahan biaya akibat tarif berpengaruh langsung pada struktur harga dan keuntungan.

Lamborghini memang menaikkan harga jual dalam satu tahun terakhir, tetapi penyesuaian tersebut disebut belum cukup untuk menutup beban tarif. Bahkan, perusahaan menilai tidak akan melanjutkan kenaikan harga agresif tahun ini karena dianggap tidak sejalan dengan kondisi pasar.

Dari sisi margin, profitabilitas operasi turun dari sekitar 27% pada 2024 menjadi 24% pada 2025. Untuk meredam tekanan, Lamborghini menekankan kontrol biaya dan mendorong penjualan model bernilai tinggi, termasuk menguatkan program personalisasi Ad Personam yang membuat tiap unit terasa lebih eksklusif.

Supercar andalan Revuelto—dengan harga di kisaran 515.000 euro—menjadi salah satu produk yang menopang strategi ini. Lamborghini menyebut permintaan personalisasi meningkat, dan hampir semua pengiriman pada 2025 memiliki setidaknya satu detail kustom yang mempertebal margin per unit.

Di sisi lain, perusahaan juga menghadapi biaya dan konsekuensi dari keputusan besar: membatalkan rencana mobil listrik murni pertamanya yang sebelumnya mengacu pada konsep Lanzador. Pembatalan ini ikut menekan laba, sekaligus mencerminkan tantangan elektrifikasi di segmen supercar yang sensitivitasnya berbeda dari pasar massal.

Winkelmann menyebut “ketertarikan terhadap kendaraan listrik” di segmen supercar mengalami perlambatan. Banyak pelanggan disebut sudah mencoba EV, tetapi pengalaman berkendara belum sepenuhnya sesuai ekspektasi emosional yang biasanya dicari pembeli Lamborghini.

Meski mundur dari BEV penuh, Lamborghini tetap mengembangkan arah elektrifikasi lewat hibrida. Perusahaan berencana menghadirkan Lanzador dalam format PHEV dan tetap berinvestasi pada teknologi listrik internal untuk berjaga jika preferensi pasar berubah dalam dekade berikutnya.

Prospek 2026 dinilai masih penuh ketidakpastian karena faktor geopolitik, logistik, dan volatilitas energi. Dalam bisnis supercar, risiko sering datang dari hal-hal yang tidak ada di brosur: tarif, konflik, dan keputusan teknologi. Jadi, kalau penjualan rekor masih bikin laba turun, itu pengingat bahwa di dunia otomotif mewah pun, angka besar tetap bisa “dihajar” biaya besar.

Berita Terkait

BYD Dolphin 2026 Resmi di Vietnam, Harga Turun Jauh dan Jarak Tempuh Naik
Toyota bZ7 Meledak di China, Sedan Listrik Murah Banjir Ribuan Pesanan
Mercedes-Benz Gandeng Samsung SDI, Kontrak Baterai Rp6,8 Miliar Perkuat Strategi EV
Polytron Resmi Jadi Official Car Partner Indonesia Open 2026, Hadirkan Mobil Listrik G3
Tips Menjaga Interior Mobil Tetap Bersih dan Bebas Bau
Biaya Penggunaan Mobil Listrik dan Konvensional
Mudik dengan Lexus LM 350h, Menikmati Perjalanan Pulang Kampung ala Sultan
MG4 Urban dengan Baterai Semi Padat Segera Masuk Dealer Eropa

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 08:44 WIB

BYD Dolphin 2026 Resmi di Vietnam, Harga Turun Jauh dan Jarak Tempuh Naik

Selasa, 21 April 2026 - 08:44 WIB

Toyota bZ7 Meledak di China, Sedan Listrik Murah Banjir Ribuan Pesanan

Selasa, 21 April 2026 - 08:44 WIB

Mercedes-Benz Gandeng Samsung SDI, Kontrak Baterai Rp6,8 Miliar Perkuat Strategi EV

Rabu, 15 April 2026 - 20:27 WIB

Polytron Resmi Jadi Official Car Partner Indonesia Open 2026, Hadirkan Mobil Listrik G3

Minggu, 12 April 2026 - 11:40 WIB

Tips Menjaga Interior Mobil Tetap Bersih dan Bebas Bau

Berita Terbaru

Isi Talak Ahmad Dhani

Berita

Ahmad Dhani Ungkap Isi SMS Talak 3 Maia Estianty

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:10 WIB

Nomor Induk Kependudukan Bansos

Nasional

Nomor Induk Kependudukan: Cara Cek Bansos Mei 2026 Terbaru

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:05 WIB